Bentrok Demo Mahasiswa Bengkulu

Massa Aksi Demo di Bengkulu Membubarkan Diri saat 8 Rekannya Dilepaskan Polisi

Massa membubarkan diri setelah tercapai kesepakatan dengan kepolisian, bahwa 8 orang peserta aksi yang ditangkap akan dibebaskan.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Massa aksi demo tolak kenaikan BBM di DPRD Bengkulu akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB, Selasa (6/9/2022). 

Diketahui sebelumnya bentrokan pertama kali terjadi pada pukul 15.40 WIB mahasiswa mencoba menerobos masuk dengan menaiki pagar kantor DPRD Provinsi Bengkulu.

Selanjutnya melihat aksi tersebut pihak kepolisian langsung menembakkan water cannon ke arah massa, diikuti tembakan gas air mata.

20 Kali Suara Dentuman Tembakan

Diperkirakan tembakan gas air mata inilah yang menyebabkan terdengarnya lebih dari 20 kali suara dentuman tersebut.

Selanjutnya tidak berselang lama, berawal dari aksi saling dorong antara polisi dan mahasiswa, akhirnya pihak kepolisian kembali menembakkan gas air mata.

Terdengar lebih dari 20 kali dentuman gas air mata ditembakkan ke arah mahasiswa yang mencoba untuk menerobos masuk ke dalam kantor DPRD Provinsi Bengkulu.

Penembakan gas air mata untuk kedua kalinya ini terjadi kurang lebih sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca juga: Dua Kali Bentrok Demo Mahasiswa Bengkulu, Polisi Minta Massa Aksi Bubarkan Diri

Sementara itu sampai dengan berita ini ditulis mahasiswa sendiri sedang berdiskusi untuk kembali pulang.

Mereka juga merencanakan akan melakukan rapat konsolidasi terkait dengan aksi demo yang dibubarkan pihak kepolisian hari ini.

Bahkan, sebelum merengsek masuk ke gedung DPRD Provinsi Bengkulu, massa aksi melakukan pembakaran di pintu gerbang DPRD Provinsi Bengkulu.

Massa aksi demo tolak kenaikan harga BBM dipukul mundur pakai water Cannon dan gas air mata.  (Beta Misutra/TribunBengkulu.com)

Dalam aksi unjuk rasa itu, mahasiswa tolak kenaikan harga BBM itu sebelumnya massa aksi mulai merusak mulai dari plang nama DPRD Provinsi Bengkulu termasuk juga plang Dharma Wanita Persatuan (DWP) DPRD Provinsi Bengkulu.

Massa juga terus menariki pagar DPRD Provinsi Bengkulu untuk memaksa masuk ke dalam gedung DPRD Provinsi Bengkulu.

Selain itu spanduk juga dipasang menutupi baliho besar yang ada di depan kantor DPRD.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved