Bentrok Demo Mahasiswa Bengkulu

Siswa STM Ikut Diamankan Polisi saat Bentrok Demo Mahasiswa di Bengkulu, Kapolres: Dia Melempar Batu

Siswa STM Ikut Diamankan Polisi saat Bentrok Demo Mahasiswa Bengkulu, Kapolres: Dia Melempar Batu

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Kapolres Bengkulu, AKBP Andy Dadi saat diwawancarai TribunBengkulu.com usai aksi demo mahasiswa di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (6/9/2022). 

Dalam negoisasi tersebut, didapatkan kesepakatan bahwa massa membubarkan diri, dengan jaminan 8 orang yang ditangkap tersebut akan dilepaskan setelah massa bubar.

Baca juga: Bentrok Demo Mahasiswa Bengkulu Berlanjut, Polisi Kembali Tembakan Gas Air Mata Bubarkan Massa

Setelah kesepakatan ini, massa kemudian berangsur-angsur membubarkan diri. Arus lalu lintas di Jalan Pembangunan yang sebelumnya ditutup juga telah bisa dilalui kendaraan.

Dalam aksi hari ini, setidaknya terjadi 2 kali bentrokan antara massa dan aparat kepolisian.

Di bentrokan yang pertama, ada 4 orang yang ditangkap. Kemudian, dalam bentrokan yang kedua, kembali ada 4 orang yang ditangkap.

Massa aksi demo tolak kenaikan harga BBM, pada Selasa (6/9/2022) mulai merusak plang nama yang ada di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu.
Massa aksi demo tolak kenaikan harga BBM, pada Selasa (6/9/2022) mulai merusak plang nama yang ada di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu. (Beta Misutra/TribunBengkulu.com)

Selain 8 orang yang ditangkap, Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Bengkulu (Unib), Alriansyah Idris menyebutkan ada 2 mahasiswa Unib yang terluka di bagian kepala, dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Selain 2 orang tersebut, beberapa massa aksi lain juga disebutkan terluka. Luka ini berbentuk luka ringan dan lebam.

Setelah 2 kali mengalami bentrokan dengan pihak kepolisian, ribuan mahasiswa yang ikut demo penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu diminta pihak kepolisian untuk membubarkan diri.

Pihak kepolisian menyatakan siapapun yang masih berusaha tetap melaksanakan aksi demo, maka akan diproses secara hukum.

Baca juga: Terdengar Lebih dari 20 Suara Dentuman saat Bentrok Demo Mahasiswa Bengkulu Tolak Harga BBM Naik

Meskipun sudah diperingatkan untuk pulang karena aksi massa yang sudah tidak kondusif, namun hingga pukul 17.25 WIB massa masih berkumpul di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu.

"Silahkan pulang dengan tertib ke rumah masing-masing, ingat masa depan anda masih panjang," ungkap salah satu polisi yang menggunakan pengeras suara.

Diketahui sebelumnya bentrokan pertama kali terjadi pada pukul 15.40 WIB mahasiswa mencoba menerobos masuk dengan menaiki pagar kantor DPRD Provinsi Bengkulu.

Selanjutnya melihat aksi tersebut pihak kepolisian langsung menembakkan water cannon ke arah massa, diikuti tembakan gas air mata.

20 Kali Suara Dentuman tembakan

Diperkirakan tembakan gas air mata inilah yang menyebabkan terdengarnya lebih dari 20 kali suara dentuman tersebut.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved