SPBU KM 8 Bengkulu Terbakar

Sopir Kijang Korban Kebakaran SPBU KM 8 Bengkulu Tinggalkan 1 Anak, Dikenal Baik dan Bermasyarakat

Kebakaran SPBU KM 8 Bengkulu menewaskan Afrozi (50 tahun), sopir mobil kijang yang ikut terbakar di SPBU KM 8, Kota Bengkulu.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Tim Puslabfor Palembang Polda Sumatera Selatan dan Polres Bengkulu saat melakukan olah TKP di lokasi kebakaran SPBU KM 8 Bengkulu, Rabu (24/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kebakaran SPBU KM 8 Bengkulu menewaskan Afrozi (50 tahun), sopir mobil kijang yang ikut terbakar di SPBU KM 8, Kota Bengkulu.

Afrozi korban kebakaran SPBU KM 8 Bengkulu pada Senin (22/8/2022) malam, dikenal baik dan suka bermasyarakat.

Sempat dirawat di rumah sakit setelah mobil kijang yang dikendarainya terbakar dalam peristiwa kebakaran SPBU KM 8 Bengkulu, Afrozi dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu lalu (3/9/2022).

Ketua RT 33 RW 01 Kelurahan Timur Indah Kota Bengkulu, Purwoto mengatakan Afrozi sehari-sehari bekerja dengan bertani sawit dan sawah padi di Talo, Seluma.

Selain itu, dia juga berjualan minyak di rumahnya di Jalan Timur Indah, RT 33 RW 01, Kelurahan Timur Indah, Kota Bengkulu.

"Dia sehari-hari dikenal baik dan suka bermasyarakat di sini. Bahkan, peralatan RT dititipkan di rumah dia," kata Purwoto kepada TribunBengkulu.com, Selasa (6/9/2022).

Dalam masyarakat, Afrozi juga dikenal suka menolong. Jika ada warga yang meminta bantuan, Afrozi tidak segan membantu.

Afrozi sendiri meninggalkan seorang ibu, istri, dan seorang anak perempuan yang sudah menempuh pendidikan tinggi.

"Anak perempuannya sudah semester 3," ujar dia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved