Demo Tolak Harga BBM Naik Ricuh, HMI Tuntut Kapolres Dicopot, Ini Respon Kapolres Bengkulu

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cabang Bengkulu menuntut Kapolres Bengkulu dicopot dari jabatannya.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Kapolres Bengkulu AKBP Andi Dady didampingi Kasi Humas saat ditemui di Mapolres Bengkulu, Rabu (7/9/2022) merespon tuntutan pencopotan dirinya sebagai kapolres yang dilayangkan HMI Bengkulu ke Polda Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cabang Bengkulu menuntut Kapolres Bengkulu dicopot dari jabatannya.

Tuntutan Kapolres Bengkulu dicopot oleh HMI disampaikan ke Mapolda Bengkulu, Selasa (6/9/2022). Imbas dari demo HMI di DPRD Provinsi Bengkulu tolak harga BBM naik yang berujung ricuh pada Rabu (31/8/2022).

Menanggapi tuntutan pencopotan dari HMI Bengkulu tersebut Kapolres Bengkulu, AKBP Andy Dadi mengungkapkan selama pengamanan aksi demonstrasi dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). 

"Mekanisme pencopotan saya itu tergantung pimpinan, sampai saat ini pun saya tidak dimintai keterangan, karena apa yang dilakukan di lapangan sudai sesuai dengan SOP," ujar Andy kepada TribunBengkulu.com, Rabu (7/9/2022). 

Jika pun nanti akan ada tindak lanjut terkait tuntutan tersebut dari pihak Polda Bengkulu, Andy mengungkapkan dirinya akan patuh dengan keputusan pimpinan. 

"Saya tidak ada masalah, kalau mekanisme pencopotan tentu tidak ada masalah, namanya juga pembinaan karir di kepolisian, kita harus legowo," ungkap Andy. 

Saat melakukan pengamanan terhadap unjuk rasa yang dilakukan oleh massa HMI tersebut, pihak kepolisian menggunakan water cannon dan gas air mata sebagai solusi terakhir. 

"Saya sebelumnya menegaskan kepada anggota, bahwa tidak ada yang boleh membawa senjata api dan atau menggunakan senjata api," kata Andy. 

Selain menuntut pencopotan Kapolres Bengkulu dari jabatannya, pihak HMI juga mendesak Kompolnas RI, Propam Polri, Komnas HAM,  dan Komisi III DPR RI mengusut tuntas aparat yang melakukan tindakan represif terhadap kader HMI Cabang Bengkulu.

Kemudian HMI juga mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa yang lebih besar jika tuntutan itu tidak diindahkan dalam jangka waktu 2x24 jam. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Ricuh Saling Dorong Demo HMI di DPRD Provinsi Bengkulu, Pendemo Terluka

Baca juga: Demo HMI di DPRD Provinsi Bengkulu Ricuh, Presidium MW KAHMI Sayangkan Tindakan Represif Kepolisian

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved