Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Surati Presiden Jokowi Minta Kaji Ulang Kenaikan Harga BBM

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berencana menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar melakukan pengkajian terhadap kenaikan harga BBM.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Suasana antrean di salah satu SPBU Kota Bengkulu yang tetap panjang meskipun harga BBM naik, Rabu (7/9/2022). Merespon aspirasi masyarakat Bengkulu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berencana menyurati Presiden Jokowi. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bakal menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar melakukan pengkajian terhadap kenaikan harga BBM yang diumumkan pemerintah pusat pada Sabtu (3/9/2022).

Rencana bersurat Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah ke Presiden Jokowi ini sebagai respon dari banyaknya aspirasi masyarakat di Provinsi Bengkulu yang mengeluhkan dan memprotes kenaikan harga BBM.

"Aspirasi ini berlaku seluruh Indonesia, maka saya juga akan segera bersurat ke Presiden, ke DPR RI, agar melakukan pengkajian terhadap kenaikan harga BBM," kata Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Rabu (7/9/2022).

Untuk itu, Rohidin meminta agar masyarakat se Provinsi Bengkulu ini, tidak mudah terprovokasi akan isu-isu yang tidak terbukti kebenarannya. Khususnya tentang harga BBM ini.

Rohidin pun mempersilahkan siapa pun, untuk menyampaikan aspirasi kepada dirinya. Termasuk pendapat masyarakat akan dampak kenaikan harga BBM ini.

"Saya minta kepada masyarakat Bengkulu, aspirasi apapun terhadap kenaikan harga BBM ini sampaikan dengan saya, sampaikan dengan DPR, sampaikan dengan Forkopimda. Tidak perlu kita menimbulkan persolaan di lapangan," pesan Rohidin.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ribuan Mahasiswa Bengkulu Kepung Gedung DPRD Tolak Kenaikan Harga BBM

Rohidin tidak menghendaki penyampaian aspirasi, terkait kebijakan nasional ini menimbulkan perpecahan atau pun pertikaian di masyarakat Bengkulu.

"Jadi jangan sampai kita gara-gara perubahan konsiliasi kebijakan nasional, malah yang ribut itu kita, antar masyarakat Bengkulu," beber Rohidin.

Untuk diketahui gelombang protes harga BBM naik muncul sejak pemerintah mengumumkan secara resmi kenaikan harga BBM pada Sabtu (3/9/2022).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved