Dugaan Korupsi Baznas Bengkulu Selatan

Jaksa Temukan Bantuan Baznas Bengkulu Selatan di 142 Desa & 16 Kelurahan Penerima Banyak Fiktif

Jaksa temukan bantuan baznas Bengkulu Salatan banyak fiktif dari 142 desa dan 16 kelurahan warga sebagai penerima bantuan.

HO Kejari Bengkulu Selatan
Jaksa penyidik saat memeriksa sejumlah penerima bantuan Baznas di kantor desa dalam rangka proses penyidikan dugaan korupsi dana ZIS, Rabu (7/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Jaksa temukan bantuan baznas Bengkulu Salatan banyak fiktif dari 142 desa dan 16 kelurahan warga sebagai penerima bantuan.

Penyidik Kejari Bengkulu Selatan terus melakukan penyidikan dugaan korupsi dana Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) yang dikelola Baznas Bengkulu Selatan tahun anggaran 2019 dan 2020.

Bahkan, saat ini jaksa turun ke desa-desa untuk menelusuri warga yang disebut pernah menerima bantuan baznas.

Baca juga: Kejari Periksa 20 Saksi Dugaan Kasus Korupsi Baznas Bengkulu Selatan, Temuan Bantuan Banyak Fiktif

Kajari Hendri Hanafi Bengkulu Selatan mengatakan, proses penelusuran data penerima bantuan Baznas membutuhkan waktu cukup lama.

Sebab pihaknya sedang mendatangi seluruh desa/kelurahan di wilayah Bengkulu Selaran yang warganya pernah mendapat bantuan baznas, jumlahnya mencapai ratusan.

Baca juga: Kumpulkan Bukti, Kejari Periksa 6 Saksi Terkait Dugaan Kasus Korupsi Baznas Bengkulu Selatan

“Kami minta bantuan kades atau pemerintah desa. Daftar penerima bantuan Baznas dibawa ke desa, kemudian diminta untuk mendatangkan warga yang bersangkutan," kata Hendri kepada TribunBengkulu.com, Rabu (7/9/2022).

Menurutnya, ternyata ada warga yang namanya terdaftar menerima bantuan tapi tidak pernah menerima sama sekali.

Bahkan, ada nama warga yang terdata di desa tertentu tapi ternyata nama tersebut tidak ada tinggal atau berdomisili di desa tersebut.

Ia mengungkapkan, untuk saat ini sudah puluhan desa yang didatangi untuk dilakukan pengecek satu-satu warga penerima bantuan baznas.

Baca juga: Kejari Bengkulu Selatan Naikan Status Dugaan Korupsi Baznas ke Penyidikan


Sejauh ini banyak nama warga yang tidak ada di Desa tetapi menerima temuan dilapangan dan terpaksa satu-satu akan dilakukan pemeriksaan.

"Sudah beberapa desa di dua kecamatan yang selesai dilakukan pemeriksaan. Dua Kecamatan yakni Seginim dan Air nipis, selanjutnya akan dilakukan pengecekan di Kecamatan Pino Raya," ungkap Kajari.

Ia menambahkan, untuk melakukan pengecekan harus membutuhkan waktu yang cukup lama, karena jumlah desa di Bengkulu Selatan sebanyak 142 Desa ditambah 16 Kelurahan.

Tetapi pihaknya terus berupaya agar secepatnya menyelesaikan kasus itu secara tuntas dan segera menetapkan tersangka.

Untuk diketahui, jumlah dana ZIS dikelola Baznas yang diusut Kejari Bengkulu Selatan karena diduga dikorupsi mencapai Rp 4 miliar.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved