Polisi Masih Pelajari Tuntutan HMI Sebut Ada Tindakan Represif saat Demo HMI Tolak Harga BBM Naik

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno mengatakan pihaknya sudah menerima tuntutan dari HMI Bengkulu yang menyebutkan ada tindakan represif.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Demo massa HMI tolak harga BBM maik di DPRD Provinsi Bengkulu, ricuh diwarnai aksi dorong mendorong massa dengan petugas, pada Rabu (31/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno mengatakan pihaknya sudah menerima tuntutan dari HMI Bengkulu yang menyebutkan ada tindakan represif dari aparat saat pengamanan demo.

HMI Bengkulu juga menuntut adanya permintaan maaf dari pihak kepolisian. Tuntutan lain, HMI Bengkulu meminta Kapolri untuk mencopot Kapolres Bengkulu, AKBP Andi Dady.

"Tuntutannya kita terima, dan nanti dipelajari oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bengkulu," kata Sudarno kepada TribunBengkulu.com, Rabu (7/9/2022).

Bid Propram Polda Bengkulu nantinya akan melakukan cek fakta-fakta di lapangan, untuk menentukan apakah ada kesalahan dari aparat kepolisian.

Bid Propam juga akan memeriksa hasil dokumentasi dan juga bukti-bukti yang ada di lapangan.

"Kalau misalkan ada pelanggaran-pelanggaran prosedur anggota di lapangan, tentu kita akan menentukan sanksi kepada personel yang melakukan pelanggaran. Pada prinsipnya itu," ujar Sudarno.

Ketua Umum HMI Cabang Bengkulu, Maulana Taslam mengatakan tuntutan tersebut disampaikan sebagai bentuk kekecewaan atas tindakan represif aparat kepolisian.

Maulana menyebutkan ada 5 orang kader HMI Bengkulu yang terluka saat demo HMI Bengkulu di DPRD Bengkulu, Rabu (31/8/2022) lalu, akibat diinjak dan dipukuli aparat.

5 orang anggota HMI yang terluka tersebut diantaranya adalah Asrinaldi, HMI Komisariat Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu (UNIB) yang terluka di bagian dada.

Kemudian, Handi Pratama, HMI Komisariat Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UIN FAS), dilarikan ke rumah sakit karena mendapat 4 jahitan luka di kepala.

Anggota lain yang juga terluka adalah Fauzan Azima, HMI Komisariat Syariah UIN FAS Bengkulu, mendapatkan luka pecah pelipis bagian mata atas sebelah kiri.

Lalu ada Fadhullah, dengan luka memar di bagian dada. Terakhir, ada Rizki, Komisariat Pertanian, Luka memar akibat dipukuli aparat.

"Kami sudah laporkan represifitas aparat ini ke Propam, Kompolnas, dan Komnas HAM. Konsekuensinya, Kapolres Kota Bengkulu, AKBP Andi Dady harus segera dicopot," ungkap Maulana.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ricuh Saling Dorong Demo HMI di DPRD Provinsi Bengkulu, Pendemo Terluka

Baca juga: Demo HMI di DPRD Provinsi Bengkulu Ricuh, Presidium MW KAHMI Sayangkan Tindakan Represif Kepolisian

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved