Demo Mahasiswa Bengkulu

Viral Spanduk Demo 'Naikin Saya Saja, BBM Jangan', Sosiolog: Bukan Menunjukan Kaum Intelektual

Baru-baru ini viral di media sosial postingan foto-foto yang menampilkan aksi demo para mahasiswa di Bengkulu.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Istimewa/TribunBengkulu.com
Salah satu poster yang ada pada saat demonstrasi BEM se Indonesia di depan gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (6/9/2022) menolak kenaikan BBM. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Baru-baru ini viral di media sosial postingan foto-foto yang menampilkan aksi demo para mahasiswa di Bengkulu.

Beredar sebuah foto tiga gadis yang diduga merupakan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Bengkulu tertangkap kamera sedang mengangkat spanduk dengan tulisan yang dinilai kurang pantas.

Pasalnya, tulisan yang terdapat dalam spanduk yang diangkat oleh mahasiswi tersebut disebutkan bahwa 'Naikin Saya Saja, BBM Jangan' saat demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Demo Tolak Harga BBM Naik Ricuh, HMI Tuntut Kapolres Dicopot, Ini Respon Kapolres Bengkulu

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Sosiolog Bengkulu, Heni Nopianti, pada Rabu (7/9/2022).

"Ruang demo bukan ruang yang bebas nilai, tetap ada nilai dan norma kesusilaan dan kesopanan," kata Heni kepada TribunBengkulu.com

Menurutnya, apalagi demonstrasi terkait penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tersebut dimotori oleh mahasiswa.

Baca juga: Demo Tolak Harga BBM Naik di Bengkulu Bentrok, Polisi Pastikan Mahasiswa Ditangkap Sudah Dibebaskan

"Para demonstran itu adalah kaum intelektual dan mestinya demo itu mewakili pemikiran kritis dan intelek. Seharusnya poster dibuat terkait alasan mengapa berdemo bukan malah seperti itu," ujar Heni.

Kepala Program Studi Sosiologi Universitas Bengkulu ini mempertanyakan peran dari koordinator lapangan demonstrasi tersebut.

Sebab, poster dengan kata-kata yang mengandung unsur asusila bisa lepas dan sempat viral di media sosial.

"Mesti dicari tahu nih pertanggungjawaban korlap dan simpul-simpul aksinya bagaimana, Kok spanduk model begitu bisa dibiarkan dibentang," ungkap Heni.

Baca juga: Demo Tolak Harga BBM Naik di Bengkulu Selatan Berakhir Kondusif, Ini 4 Tuntutan Mahasiswa

Seharusnya demonstran yang merupakan mahasiswa paham dengan dasar kenapa berdemo, maka kritikan tidak akan disampaikan dengan cara tidak intelek.

"Tapi bisa saja ini diluar kontrol korlap ya, karena aksi demo kan sering ditunggangi oleh pihak-pihak yang terkadang mahasiswa juga tidak paham siapa mereka," ucap Heni.

Kepada pihak universitas Heni mengharapkan agar para dosen dapat ikut andil memberikan pengarahan kepada mahasiswa agar lebih bijak dan memilih ungkapan yang tepat saat berpendapat di muka umum.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved