Keluh Kesah Pengemudi Ojek Online di Bengkulu Usai Harga BBM Naik, Orderan Lebih Sepi Dari Pandemi

Sejak diumumkannya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, membuat dilema tukang ojek online makin merana. Barlin, tukang ojek online di Bengkulu mengaku

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: M Arif Hidayat
Jiafni Rismawarni/Tribunbengkulu.com
Kenaikan harga BBM juga dikeluhkan para pengemudi ojek online di Bengkulu, orderan mereka makin sepi. Tampak sejumlah pengemudi ojek online sedang menunggu orderan di pangkalan ojek, Sawah Lebar Kota Bengkulu, Kamis (8/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sejak diumumkannya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, membuat dilema tukang ojek online makin merana.

Barlin, tukang ojek online di Bengkulu mengaku kenaikan harga BBM ini, membuat dirinya terpaksa membatasi gerak. Dan hanya menunggu orderan di pangkalan. Apalagi, saat ini orderan ojek semakin menipis.

"Sepi banget, lebih dari pandemi kemarin. Kita juga tidak berani menaikan tarif. Orang tarif lama aja, jarang orderan. Apalagi, tarif dinaikan, " kata Dadang, Kamis (8/9/2022).

Baca juga: Demo PMII Bengkulu, Tolak Kenaikan BBM dan Desa Pemerintah Berantas Mafia Minyak

Baca juga: Gubuk Kayu Subardi Warga Bentiring yang Dihuni Bersama Bayinya yang Masih Berusia 21 Bulan Dibedah

Baca juga: Empat Penambang Emas Tewas di Lebong Hanya Berbekal 2 Nasi Bungkus dan Perlengkapan Seadanya

Dijelaskannya, untuk tarif ojek online ini terbagi menjadi tiga kategori. Yakin mulai tarif terdekat, untuk jarak antar dibawah 5 km dibanderol Rp 7ribu. Kemudian ada tarif sedang yang jaraknya diatas 5 km itu diangka Rp 8 ribu. Kemudian, ada tarif jauh yang jaraknya diatas 10 km itu dibanderol Rp 15 ribu.

"Modal kita ngojek juga bertambah. Selama ini Rp 20 ribu la penuh, kini harus Rp 30 ribu baru full. Itu buat sehari," jelasnya.

Untuk penghasilan tiap harinya pun, juga ikut menipis. Bahkan hampir separuh pendapatannya terpangkas akibatnya sepinya konsumen saat ini.

"Ya sepi nian, biasanya itu ada 10 orderan, kini ya 5, 6 itu la Alhamdulillah, " jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh, Novi, driver ojek online lainnya, bahwa dengan kenaikan harga BBM ini sangat memberatkan. Apalagi, bagi ia dan kawan-kawan seperjuangan. Yang harus merogoh kocek dalam untuk mulai mengojek.

"Kalau naik terus cak ini, yo sulit. Kita minta lah subsidi BBM itu harus tepat sasaran. Jangan sampai diberikan ke orang orang yang ekonominya mampu, kita mohon perhatianlah, " harap Novi.

Ia menyesalkan, saat dulu pengawasan distribusi BBM subsidi ini kurang maksiat. Sehingga, imbasnya saat ini, yang menjadikan alasan pemerintah untuk menaikkan harga BBM.

"Harusnya yang dinaikkan BBM, bagi ekonomi atas saja. Yang kayak kami ini ya semakin tercekik. Mahal nian pertalite ni, belum lagi segalo bahan mahalkan. Orderan sepi pulo, " sesalnya. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved