PKS Bengkulu Bentangkan Spanduk Tolak Kenaikan Harga BBM 'Jangan Bikin Rakyat Tambah Susah'

Kebijakan Pemerintah Pusat menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ditolak mentah-mentah oleh fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: M Arif Hidayat
Jiafni Rismawarni/Tribunbengkulu.com
Di depan Kantor DPW PKS Provinsi Bengkulu telah dipasang spanduk atas penolakan kenaikan harga BBM subsidi, Rabu (7/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU -  Kebijakan Pemerintah Pusat menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ditolak mentah-mentah oleh fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Termasuk di Provinsi Bengkulu, DPW PKS Bengkulu lantang menyuarakan penolakan ini.

Ketua DPW PKS Provinsi Bengkulu, Sujono didampingi Sekretaris DPW PKS Provinsi Bengkulu, Alamsyah menyampaikan bahwa PKS Bengkulu menolak kenaikan BBM bersubsidi.

"Dan meminta kepada pemerintah pusat untuk membatalkan kenaikan BBM bersubsidi," kata Alamsyah, Kamis (8/9/2022).

Ia menjelaskan, dampak BBM ini bukan hanya berdampak ke transportasi. Namun juga ke harga bahan bahan pokok yang lain. Mengingat, biaya transportasi akan naik, maka otomatis harga bahan pokok juga ikut naik.

"Masalah substansinya adalah jika harga BBM subsidi dinaikan, maka pengaruh ke sektor perekonomian cukup tinggi, harga bahan pokok bisa naik, sampai biaya transportasi bisa meningkat, " jelasnya.

Untuk diketahui, harga Pertalite mengalami kenaikan harga sebesar Rp 2.350 yaitu dari harga semula Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 perliter. Untuk harga Biosolar juga naik sebesar Rp 1.650 yaitu dari harga Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 perliter. Tak hanya BBM bersubsidi, kenaikan harga juga dialami BBM non subsidi. Harga Pertamax naik sebesar Rp 2.200 dari harga sebelumnya Rp 13.000 menjadi Rp 15.200 perliter.

"Jadi daya beli masyarakat menjadi menurun, inflasi bisa meningkat. Dan hal ini dapat menyebabkan kemiskinan dan pengangguran, " tukasnya.

Ditambah lagi, banyak kelurahan dari masyarakat akan dampak dari kenaikan BBM bersubsidi ini. Terutama di sektor perdagangan dan konsumsi. Yang mana bahan bahan pokok mulai merangkak naik. Berimbas kepada harga sembako, terutama untuk harga cabai.

Di Kota Bengkulu kenaikan harga cabai ini terjadi sejak minggu kemarin, awal ditetapkannya kenaikan harga BBM. Harga cabai merah mencapai Rp 100 ribu untuk cabai merah keriting. Sementara telur masih dikisaran Rp 52 ribu per kilogram. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved