Sidang Suami Bunuh Istri di Kepahiang

Sidang Putusan Kasus Suami Bunuh Istri di Kepahiang Ditentukan Hari Ini

Sidang dijadwalkan akan dilangsungkan di ruang sidang cakra di Pengadilan Negeri Kepahiang secara virtual, pada pukul 10.00 WIB.

Panji/TribunBengkulu.com
Eko Supardi (35), terdakwa kasus suami bunuh istri di Desa Lubuk Penyamun, Kabupaten Kepahiang saat mengikuti sidang secara virtual di Pengadilan Negeri Kepahiang 

Dalam tuntutan jaksa yang dibacakan didepan majelis hakim, di ruang sidang cakra Pengadilan Negeri Kepahiang ini.

Jaksa berkeyakinan terdakwa melanggar Pasal 340 KUHPidana, serta menjatuhkan hukuman penjara selama 17 tahun dengan perintah terdakwa tetap berada dalam tahanan.

"Barang bukti dalam berkas perkara dirampas untuk dimusnahkan," tutupnya.

Diberitakan Sebelumnya, Eko Supardi Mengikuti persidangan secara online di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Kepahiang, dalam televisi yang memperlihatkan dirinya.

Dirinya tampak sehat, dengan rompi orange dan potongan rambut gundul menggunakan masker.

Baca juga: Kondisi Korban Sebelum Meninggal Terungkap Dalam Sidang Kasus Tragedi Aborsi di Kepahiang

Dimulai dengan hakim mengetokkan palu sidang, sidang yang terbuka untuk umum, Hakim membacakan identitas terdakwa.

"Dalam persidangan kali ini kamu maju sendiri atau didampingi penasehat hukum, atau kamu memiliki penasehat hukum sendiri," kata Ketua Mejelis Hakim.

Terdakwa saat itu tidak meminta untuk didampingi oleh penasehat hukum, namun hakim menjelaskan perkara yang dihadapinya ini harus di dampingin penasehat hukum.

Akhirnya majelis hakim menunjuk penasehat hukum dari pos bantuan hukum Pengadilan Negeri Kepahiang.

Selama dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kepahiang, mendakwa terdakwa dengan dakwaan pertama primair terdakwa dengan sengaja dan dengan rencana merampas nyawa orang lain, subsidair dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, kedua dengan sengaja melakukan penganiayaan yang mengakibatkan mati.

"Dakwaan yang dibacakan bersifat alternatif, pertama primair 340 KUHP subsidiair Pasal 338 KUHP atau Kedua Pasal 351 ayat 3," kata Abdul Kahar selalu JPU Kejari Kepahiang, Selasa (28/6/2022).

Terkait dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum, pihak terdakwa tidak keberatan dan tak melakukan sanggahan, terdakwa mengakui perbuatannya seperti yang dibacakan oleh JPU.

"Kami nanti akan lebih fokus pada nota pembelaan (pledoi) untuk terdakwa, namun kami akan melihat perkembangan kasus ini terlebih dahulu," ujarnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved