BREAKING NEWS: Pelajar Penyandang Disabilitas di Kota Bengkulu Dirudapaksa 10 Orang, 6 Orang Buron

Seorang pelajar disabilitas tuna rungu di Kota Bengkulu yang baru berumur 17 tahun dirudapaksa oleh 10 pria dewasa dan dilakukan secara bergantian sej

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
Keempat tersangka pencabulan dan rudapaksa terhadap pelajar disabilitas di Kota Bengkulu saat berada di Mapolres Bengkulu, Jumat (9/9/2022).  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Seorang pelajar disabilitas tuna rungu di Kota Bengkulu yang baru berumur 17 tahun dirudapaksa oleh 10 pria dewasa dan dilakukan secara bergantian sejak Januari 2022 lalu hingga puluhan kali. 


Dari 10 pelaku yang melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap korban, pihak kepolisian berhasil mengamankan empat pelaku pada Jumat (9/9/2022) dini hari, sedangkan enam pelaku lagi masih buron. 


Adapun keempat pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan yakni LU (48), AG (38), MU (47) dan MY (21) keempatnya warga Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu


Kasatreskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau melalui Kanit PPA Ipda Arnita Nainggolan mengungkapkan, kasus tersebut bermula saat korban berhubungan suami istri dengan tersangka MY dan direkam oleh MY. 


"MY mengancam korban akan menyebarkan video tersebut, kemudian MY memberitahu teman-temannya bahwa korban bisa diajak melakukan hubungan suami istri," ujar Arnita kepada awak media, Jumat (9/9/2022). 


Para tersangka setelah melakukan pencabulan dan rudapaksa itu pun kemudian membayar sejumlah uang baik kepada korban langsung ataupun kepada MY. 


"Jumlah uangnya bervariasi, mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 500 ribu, untuk yang membayar kepada MY, sebagian uangnya akan diambil oleh MY dan sebagian lagi diserahkan kepada korban," ungkap Arnita. 


Keempat pelaku yang diamankan diketahui telah melakukan rudapaksa terhadap korban hingga puluhan kali di lokasi yang berbeda. 


"Untuk tersangka AG telah melakukan sebanyak 16 kali, LU telah melakukan 8 kali, MU telah melakukan 2 kali, sedangkan pelaku MY sudah melakukan hal tersebut berulang-ulang kali," ucap Arnita. 


Hal ini terungkap ketika korban yang merupakan tunarungu berani menceritakan yang dialaminya kepada pihak keluarga dan pihak keluarga melaporkan ke pihak kepolisian.


Akibat perbuatannya keempat tersangka disangkakan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman maksimal penjara 15 tahun.


"Untuk keenam pelaku lainnya yang masih kita cari yakni, Ha, RI, Bo, Ba, Mi dan Yo," ungkap Arnita. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved