Pengoplos Solar di Bengkulu

BREAKING NEWS: Sindikat Pengoplos BBM di Bengkulu Diringkus, 10 Ton Solar Oplosan Disita

Satreskrim Polres Bengkulu meringkus sindikat pengoplos bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Konferensi pers beberapa kasus yang berhasil diungkap Polres Bengkulu termasuk ungkap kasus BBM solar oplosan sebanyak 10 ton, pada Jumat (9/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Satreskrim Polres Bengkulu meringkus sindikat pengoplos bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan berhasil menyita 10 ton solar oplosan dari dua pelaku yang diamankan.

Kedua pelaku diamankan Satreskrim Polres Bengkulu saat sedang menyalin minyak solar oplosan dari mobil tangki yang bermuatan 10 Ton ke dalam dua jerigen berukuran 35 liter, pada Jumat (9/9/2022) dini hari.

Penangkapan kedua pelaku ini berawal dari adanya laporan masyarakat yang menginformasikan bahwa sudah beberapa kali ada mobil tangki yang sedang menyalin BBM jenis solar di pekarangan rumah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian pun langsung mendatangi lokasi kejadian yang berada di daerah Padang Serai Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.

Kedua pelaku yakni KM dan AA yang merupakan sopir dan kernet mobil tangki tersebut, diketahui merupakan warga Provinsi Sumatera Selatan.

Baca juga: Harga BBM Naik, Organda Desak Pemerintah Kota Bengkulu Naikkan Tarif Angkot

Kasatreskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau melalui Kanit Tipidter Ipda Albeth Salomo menjelaskan bahwa minyak solar oplosan tersebut berasal dari Kabupaten Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan.

"Hingga saat ini kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap sopir dan kernet mobil tersebut, dan untuk pemilik akan kita lakukan penyelidikan," ujar Salomo saat melakukan konferensi pers, Jumat (9/9/2022).

Baca juga: Breaking News: Tahanan Narkoba Meninggal di Rutan Bengkulu, Dugaan Sementara Akibat Asma

Dari hasil pemeriksaan, BBM tersebut akan diserahkan ke pihak agen yang ada di Kota Bengkulu.

Kemudian akan didistribusikan ke sejumlah daerah di Provinsi Bengkulu.

"Mereka ini sudah beroperasi selama dua bulan dan telah melakukan pengiriman sebanyak lima kali serta mendapatkan keuntungan sebesar Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu perliter," kata Salomo.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Bengkulu 9-11 September 2022, BMKG: Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi

Saat ini kedua terduga pelaku dijerat dengan Pasal 54 UU migas, juncto pasal 55 dan atau pasal 52 dan atau pasal 53 UU tentang cipta kerja atas perubahan UU nomor 22 tahun 2001.

"Solar-solar tersebut racikannya kita tidak tahu seperti apa, maka dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat yang membeli," ungkap Salomo.

Baca juga: Tiga Desa Terancam Tak Dapat Dana Desa Tahun 2023, DJPb Bengkulu: Wajib Selesaikan Laporan Realisasi

Pihak kepolisian sudah mengamankan mobil tangki dengan tulisan PT Kertapat Bening Maju Energi yang berisi 10 ton liter solar oplosan dan dua jeriken berisi 35 liter solar oplosan di Mapolres Bengkulu.

"Kasus ini akan kita dalami dan akan kita kejar pemilik mobil dan pemilik minyak tersebut," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved