Keluarga Ikhlas dan Ungkap Tahanan Rutan Malabero yang Meninggal Dunia Punya Riwayat Asma

Rakhmad Jummari (37), tahanan yang meninggal dunia di Rutan Malabero diungkap pihak keluarga memiliki riwayat sakit gangguan pernafasan, asm

Penulis: Romi Juniandra | Editor: M Arif Hidayat
Romi Juniandra/Tribunbengkulu.com
Suasana rumah duka Rakhmad Jummari, tahanan yang meninggal dunia di Rutan Malabero tadi siang 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Rakhmad Jummari (37), tahanan yang meninggal dunia di Rutan Malabero diungkap pihak keluarga memiliki riwayat sakit gangguan pernafasan, asma.

Hal ini diceritakan kakak Rakhmad, Iwan kepada reporter Tribunbengkulu.com Jumat (9/9/2022). 

Dikatakan Iwan, dirinya dan keluarga sempat bertemu adiknya pada Kamis (8/9/2022) malam, bahkan mereka juga masih sempat makan martabak bersama.


"Pagi tadi ngulang lagi asmanya. Siang dibawa ke RS Bhayangkara. Di RS, dia meninggal," kata Iwan.

 

Pihak keluarga juga mengaku ikhlas dan tak akan mengambil langkah hukum apapun terkait meninggalnya anggota keluarga mereka.


"Tidak ada apa-apa. Kami ikhlas. Mau diapakan lagi, mungkin sudah ajalnya," kata Iwan.

 

Pantauan Tribunbengkulu.com, malam ini jenazah Rakhmad masih disemayamkan kediaman mereka di Jalan Meranti 2 Kelurahan Sawah Lebat, Kota Bengkulu.

 

Terlihat juga tetangga dan kerabat dekat datang melayat ke rumah duka malam ini. Tenda dan kursi juga disediakan untuk pelayat yang datang.

 

Rencananya, jenazah korban akan dimakamkan pihak keluarga di TPU Sawah Lebar pada esok hari, Sabtu (10/9/2022), pukul 10.00 WIB.


Kepala Rutan Malabero Kelas II B Bengkulu, Farizal Antony memberikan kronologi meninggalnya Rakhmad Jummari, yang merupakan tahanan kasus narkotika ini.


Awalnya, pada pukul Jumat (9/9/2022), pukul 10.30 WIB, korban mengeluhkan gangguan pernapasan, dan merasa sesak nafas.


Petugas kemudian membawa ke poliklinik rutan, dan memberikan pertolongan pertama. Korban juga sempat diberikan oksigen.


Kemudian, pada pukul 14.30 WIB, korban kembali mengeluhkan sesak nafas. Petugas rutan kemudian membawa korban ke RS Bhayangkara untuk memastikan keadaan korban.


"Kurang lebih pukul 14.55 WIB, pasien sampai ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu dan langsung mendapatkan tindakan medis oleh pihak Rumah Sakit di IGD," jelas Farizal kepada TribunBengkulu.com.


Namun, pada pukul 15.00 WIB, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.


"Dan pukul 16.30 WIB, jenazah di bawa ke rumah duka, dan langsung dilaksanakan serah terima oleh pihak penahan kepada pihak keluarga didampingi oleh pihak rutan," ujar dia.


Korban sendiri merupakan tahanan atas kasus narkotika, yang ditangkap Polda Bengkulu.


Atas kasusnya tersebut, proses hukum tetap berjalan, hingga dilimpahkan ke kejaksaan dan kemudian pengadilan.


Berkas kasus ini kemudian sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu oleh JPU Kejati Bengkulu. Hanya saja, korban belum sempat disidangkan.
 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved