Kronologi Meninggalnya Tahanan Narkotika di Rutan Malabero, Sempat Mengeluh Sesak Nafas

Kepala Rutan Malabero Kelas II B Bengkulu, Farizal Antony memberikan kronologis meninggalnya Rakhmat Jummari (37 tahun), tahanan narkotika yang mening

Penulis: Romi Juniandra | Editor: M Arif Hidayat
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Jenazah tahanan Rutan Malabero saat dibawa dari RS Bhayangkara ke rumah duka 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kepala Rutan Malabero Kelas II B Bengkulu, Farizal Antony memberikan kronologis meninggalnya Rakhmat Jummari (37 tahun), tahanan narkotika yang meninggal tadi sore.


Awalnya, pada pukul Jumat (9/9/2022), pukul 10.30 WIB, korban mengeluhkan gangguan pernapasan, dan merasa sesak nafas.


Petugas kemudian membawa ke poliklinik rutan, dan memberikan pertolongan pertama. Korban juga sempat diberikan oksigen.


Kemudian, pada pukul 14.30 WIB, korban kembali mengeluhkan sesak nafas. Petugas rutan kemudian membawa korban ke RS Bhayangkara untuk memastikan keadaan korban.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pelajar Penyandang Disabilitas di Kota Bengkulu Dirudapaksa 10 Orang, 6 Orang Buron

Baca juga: Dua Pelaku Sindikat Pengoplos Solar di Bengkulu Terancam 6 tahun Penjara

Baca juga: Polres Bengkulu Bongkar Sindikat Pengoplos BBM, 2 Pelaku dan 10 Ton Solar Oplosan Diamankan


"Kurang lebih pukul 14.55 WIB, pasien sampai ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu dan langsung mendapatkan tindakan medis oleh pihak Rumah Sakit di IGD," jelas Farizal kepada TribunBengkulu.com.


Namun, pada pukul 15.00 WIB, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.


"Dan pukul 16.30 WIB, jenazah di bawa ke rumah duka, dan langsung dilaksanakan serah terima oleh pihak penahan kepada pihak keluarga didampingi oleh pihak rutan," ujar dia.


Dari informasi yang TribunBengkulu.com rangkum, korban memang menderita sakit asma. Sejak menjadi tahanan Polda Bengkulu, korban juga sudah 2 kali harus dirawat.


Korban sendiri merupakan tahanan atas kasus narkotika, yang ditangkap Polda Bengkulu.


Atas kasusnya tersebut, proses hukum tetap berjalan, hingga dilimpahkan ke kejaksaan dan kemudian pengadilan.


Berkas kasus ini kemudian sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu oleh JPU Kejati Bengkulu. Hanya saja, korban belum sempat disidangkan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved