Penambang Emas di Lebong Tewas

Penambang Emas Tradisional di Lebong Tewas Ternyata Kakak Beradik, Dikenal Baik di Lingkungan

Empat penambang emas tradisional di Lebong tewas terjebak di lubang sedalam 40 meter.

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Jery Harnoki Kepala Dusun 3 Desa Air Kopras menceritakan semasa hidup warganya, penambang emas tradisional di Lebong yang tewas kepada TribunBengkulu.com, Jumat (9/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Empat penambang emas tradisional di Lebong tewas terjebak di lubang sedalam 40 meter.

Dugaan sementara keempat penambang emas tradisional di Lebong ini tewas karena kekurangan oksigen saat sedang mencari emas di lubang tambang.

Ternyata dari empat penambang emas tradisional di lebong tewas, ada dua penambang masih kakak beradik, dan satu lagi memiliki hubungan ipar.

Iwan Afrizal (33) merupakan kakak kandung Aryanto (31) sedangkan Madon (25) warga Lubuklinggau merupakan ipar mereka.

Sementara korban satunya lagi Riski Manaki (22) adalah tetangga satu desa dengan Aryanto dan Iwan. 

Mereka pun dikenal baik di lingkungan masyarakat mereka tinggal dan orang yang tekun bekerja. Juga dikenal ramah oleh warga sekitar. 

"Kalau Iwan, Aryanto sama Riski mereka itu yang kami kenal orangnya baik tidak banyak neko-neko kalau di desa," ungkap Kepala Dusun 3 Desa Air Kopras, Jery Harnoki saat diwawancarai oleh TribunBengkulu.com, pada Jumat (9/9/2022). 

Aryanto sendiri dikenal suka bergaul di lingkungan desa. Selain itu ia juga kerap memancing di kolam ikan. 

Aryanto yang sempat menjadi penjaga sekolah ini juga meninggalkan 2 orang anak. 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved