Sampai Agustus 2022, Polda Bengkulu dan Jajaran Hentikan 293 Kasus dengan Restorative Justice (RJ)

Hingga Agustus 2022, Polda Bengkulu dan jajaran sudah melakukan 293 kali perdamaian kasus atau dikenal dengan restorative justice (RJ).

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno. Selama 2022 ini Polda Bengkulu dan jajaran sudah menghentikan 293 Kasus dengan Restorative Justice (RJ). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Hingga Agustus 2022, Polda Bengkulu dan jajaran sudah melakukan 293 kali perdamaian kasus atau dikenal dengan restorative justice (RJ).

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno mengatakan, kasus-kasus yang dihentikan dengan Restorative Justice (RJ) ini terdiri dari berbagai macam kasus, seperti cekcok rumah tangga, cekcok antar tetangga, pencurian, penipuan, hingga perjudian.

Termasuk, penghentian kasus 40 petani di Malin Deman, Mukomuko, yang dituduh mencuri TBS sawit milik PT Daria Dharma Pratama (DDP) juga melalui Restorative Justice (RJ).

"Kasus itu dihentikan berkat RJ," kata Sudarno kepada TribunBengkulu.com, Jumat (9/9/2022).

Untuk di Polda Bengkulu sendiri, ada 16 kasus yang mendapatkan RJ. Rinciannya, di Ditreskrimum Polda Bengkulu 10 kasus, dan di Ditresnarkoba Polda Bengkulu ada 6 kasus.

Kemudian, di tingkat Polres, RJ terbanyak ada di Polres Bengkulu, dengan 102 kasus. Disusul Polres Rejang Lebong yang melakukan perdamaian di 45 kasus.

Di Polres lain, seperti Polres Kepahiang 31 kasus, Polres Bengkulu Selatan 28 kasus, Polres Kaur dan Polres Mukomuko masing-masing 18 kasus.

Di Polres Bengkulu Utara ada 17 kasus, Polres Bengkulu Tengah 10 kasus, Polres Lebong 10 kasus, dan Polres Seluma 8 kasus.

Sudarno mengatakan ada beberapa alasan mengapa RJ atau perdamaian ini dilakukan. Diantaranya adalah alasan kemanusiaan, serta adanya perdamaian antara korban dan tersangka.

"Dengan adanya RJ ini, maka kasusnya dihentikan tidak dilanjutkan ke pengadilan, sehingga hubungan antara korban dan tersangka tetap terjaga," ungkap Sudarno.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved