Tiga Desa Terancam Tak Dapat Dana Desa Tahun 2023, DJPb Bengkulu: Wajib Selesaikan Laporan Realisasi

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu Syarwan mengatakan laporan realisasi dana desa di 3 desa yang masih bermasalah wajib diselesaikan.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu Syarwan saat menegaskan 3 desa yang dana desanya bermasalah dan terancam tidak mendapatkan kucuran dana desa di 2023. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu Syarwan mengatakan laporan realisasi dana desa di 3 desa yang masih bermasalah wajib diselesaikan.

Lantaran hal itu menjadi syarat untuk pengucuran dana desa (DD) tahun mendatang.

"Syaratnya untuk mendapatkan pengucuran kembali itu adalah realisasi (dana desa, red). Ini tinggal bagaimana prosesnya yang di sana," kata Syarwan.

Ia menjelaskan ke tiga desa ini di antaranya Desa Lubuk Tunjung, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, Kabupaten Rejang Lebong.

Lalu Desa Perbo, Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong serta Desa Muara Santan Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara.

"Tinggal kami tunggu tanggal 27 September. Kalau dia mentagging untuk realisasi, maka dia bisa. Kalau itu tidak selesai sampai tanggal 27,ya mohon maaf saja kita akan mendisiplinkan," papar Syarwan.

Artinya, lanjut Syarwan yang menjadi korban adalah masyarakat yang tidak akan pernah mendapat dana desa lagi.

Apabila, tahun depan ketiga desa ini tidak selesai laporan realisasinya, maka tidak akan dikucurkan dana desa lagi.

"Karena syarat penyaluran tahun depan itu adalah laporan realisasi, karena kan kita sudah normal. Kita siap menyalurkan, asal dia pertanggungjawabannya jelas," ucapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved