Cerita Penambang Emas Tradisional di Kaki Bukit Barisan Lebong, Bertaruh Nyawa Demi Bertahan Hidup

Seusai sarapan dan menyruput segela kopinya, Ujang (55) bergegas ke  gelondongan. Tempat dimana mesin pemisah batu dan tanah untuk menemukan emas bera

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Ujang (55), penambang emas tradisional di Kaki Bukit Barisan, Desa Air Putih Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, saat ini ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk memecahkan dan memisahkan emas dengan batu dan tanah, pada Sabtu (10/9/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Seusai sarapan dan menyruput segelas kopinya, Ujang (55) kemudian bergegas ke  gelondongan. Tempat dimana mesin pemisah batu dan tanah untuk menemukan emas miliknya berada.

Tempatnya di Desa Air Putih Kecamatan Pinang Berlapis, Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu.

Ujang merupakan salah penambang emas tradisional di kaki Bukit Barisan, Kabupaten Lebong.

Sabtu (10/9/2022) siang, bunyi mesin gelondongan terdengar menderu nyaring saling bersautan.

Soalnya, ada beberapa orang yang memiliki mesin gelondongan di Desa Air Putih ini. 

Saat mesin gelondongan mulai dihidupkan untuk memecahkan gumpalan tanah bercampur batu, mata Ujang seksama memperhatikan apakah ada biji emas di gumpalan tanah yang dihancurkan tersebut.

 

Meski ada insiden 4 warga tewas kehabisan oksigen saat menambang emas di lubang tambang sedalam 40 meter. 

 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved