Pabrik Karet di Bengkulu Tengah Kurangi Jam Kerja Karyawan Lantaran Kurang Pasokan

Dampak anjloknya harga karet di Kabupaten Bengkulu Tengah membuat sejumlah petani enggan untuk menjual dan lebi

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
Salah satu gudang karet milik pengumpul karet di Kabupaten Bengkulu Tengah kesulitan mendapatkan pasokan karet dari petani, dampak harga karet anjlok, Sabtu (10/9/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Dampak anjloknya harga karet di Kabupaten Bengkulu Tengah membuat sejumlah petani enggan untuk menjual dan lebih memilih menyimpan sementara hasil panen mereka.

Hal tersebut membuat, salah satu pabrik pengolahan karet di Kabupaten Bengkulu Tengah merugi dan memilih untuk mengurangi jam kerja karyawan.

Salah satu supplier karet di Kabupaten Bengkulu Tengah Rasul menjelaskan, pemberlakuan pengurangan jam kerja karyawan tersebut sudah dimulai pada Sabtu (10/9/2022).

"Hari ini karyawan kerja hanya setengah hari, masuk jam 07.00 Wib, pulang jam 11.00 Wib karena tidak ada yang mau diolah, karetnya tidak ada," ujar Rasul.

Pengurangan jam kerja tersebut dampak dari harga karet mengalami penurunan yang signifikan dan menyentuh harga Rp 7.700 perkilogram di tingkat pabrik.

"Pasokan karet ini turun sekali, dalam dua hari ini tak lebih dari 15 ton saja karet yang masuk ke pabrik, seharusnya dalam satu hari itu minimal 100 ton pabrik mengolah, dibawah itu otomatis pabrik merugi," ungkapnya.

Menurut Rasul, anjloknya harga karet tersebut disebabkan penjualan olahan karet pabrik terhenti dikarenakan belum adanya permintaan dari pihak konsumen.

"Biasanya kan dari negara China yang minta karet kita ini, tapi sudah satu bulan ini belum ada permintaan sehingga hal tersebut membuat pabrik dalam kondisi yang sulit," ujarnya.

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved