Harga Eceran Pertalite di Bengkulu Selatan Tembus Rp 15 Ribu per Liter, SPBU Buat Surat Pernyataan

Untuk memastikan penjualan BBM subsidi pertalite dan bio solar tepat sasaran, Pengelola SPBU di Bengkulu Selatan diminta membuat surat pernyataan.

Ahmad Sendy/TribunBengkulu.com
Kasat Intelkam AKP Ahmad Khairuman saat mengecek langsung SPBU setelah pengelola SPBU membuat pernyataan tidak akan menjual BBM keluar dari aturan. Harga eceran pertalite di Bengkulu Selatan saat ini tembus Rp 15 ribu per liter. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Untuk memastikan penjualan BBM subsidi jenis pertalite dan bio solar tepat sasaran, Pengelola SPBU di Bengkulu Selatan diminta membuat surat pernyataan oleh Polres Bengkulu Selatan.

Adapun isi surat pernyataan yang ditandatangani pengelola SPBU di atas meterai 10 ribu tersebut, yakni tidak melayani pembeli BBM yang menggunakan kendaraan tanki modifikasi.

Lalu tidak melayani kendaraan yang antre berulang-ulang, tidak melayani pembeli yang membawa jeriken kecuali nelayan. Serta SPBU akan melakukan pengisian kendaraan sesuai aturan.

“Surat pernyataan itu sudah ditandatangani semua oleh pengelola SPBU di Bengkulu Selatan. Kalau nanti ada yang melanggar, maka akan diproses hukum. Sesuai dengan konsekuensi yang tertuang dalam surat pernyataan yang ditandatangani,” kata Kasat Intelkam, AKP Ahmad Khairuman, kepada TribunBengkulu.com, Minggu (11/9/2022).

Sementara itu, setelah pemerintah menaikkan harga BBM jenis pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, harga pertalite di tingkat eceran ikut melambung.

Dapat diketahui, saat ini di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, harga pertalite dijual oleh pengecer diangka Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per liternya.

Bahkan di wilayah yang jauh dari pusat kota, harga Pertalite per liter bisa mencapai Rp 15 ribu.

Kondisi itupun diperparah dengan antrean kendaraan di tiga SPBU Bengkulu Selatan yang kembali mengular.

Setiap hari selalu terlihat mengular barisan mobil dan motor yang mengantre untuk membeli BBM di sejumlah SPBU.

Tak heran kondisi itu membuat masyarakat mengeluh. Sebab pembelian BBM semakin sulit.

Ingin membeli di eceran harganya sangat tinggi. Sedangkan membeli BBM di SPBU, antrean kendaraan selalu ramai. Sudah lama antre, stok BBM pun malah habis

“Sekarang tambah susah, harga minyak (pertalite) tambah mahal. Harga barang juga naik semua. Enak kalau harga minyak naik, antrean di SPBU lancar. Tapi kalau saat ini harganya mahal, antrean di SPBU juga lama,” beber Marlini.

Baca juga: Bupati Gusnan Mulyadi Geram 9 Camat Tak Hadir Acara Tanam Sayuran, Camat Terancam Mutasi

Baca juga: Update Harga Minyak Goreng Minggu 11 September 2022 di Bengkulu: Ada Sunco, Bimoli, Rose Brand

 

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved