Pembunuhan Brigadir Yosua

Farhat Abbas Bela Ferdy Sambo & Anggap Wajar Bunuh Brigadir J,Bahkan Sebut Sambo Pahlawan Kepolisian

Farhat Abbas Bela Ferdy Sambo & Anggap Wajar Bunuh Brigadir J, Bahkan Sebut Sambo Pahlawan Kepolisian

Editor: Hendrik Budiman
Akun YouTube Uya Kuya TV
Farhat Abbas di Akun YouTube Uya Kuya TV menilai Ferdy Sambo wajar bunuh Brigadir J karena sudah selingkuhi istri dan berkhianat. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Farhat Abbas menilai bahwa pembunuhan yang dilakukan eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo terhadap Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J adalah wajar karena telah mencoba melakukan perselingkuhan dengan istri Sambo, Putri Candrawathi.

Farhat yang berprofesi sebagai pengacara itu, justru menganggap Ferdy Sambo sebagai pahlawan bagi penegakan hukum di kepolisian, meski membunuh Brigadir J.

Farhat Abbas juga mengatakan Ferdy Sambo sebagai contoh baik agar ajudan-ajudan kepolisian seperti Brigadir J tidak ada lagi yang berkhianat pada atasannya.

"Saya menganggap Sambo ini pahlawan, pahlawan penegak hukum di kepolisian," kata Farhat dalam video YouTube Uya Kuya yang tayang, Minggu 10 September 2022.

"Ini contoh yang baik, agar kalau orang jadi ajudan, orang sudah jadi kepercayaan, jangan jadi pengkhianat," kata Farhat.

Putri Candrawathi tampak memegang lengan dan mencium pundak suaminya, Irjen Ferdy Sambo, usai digelarnya rekonstruksi pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Selasa (30/8/2022).
Putri Candrawathi tampak memegang lengan dan mencium pundak suaminya, Irjen Ferdy Sambo, usai digelarnya rekonstruksi pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Selasa (30/8/2022). (Istimewa)

Apalagi kata Farhat, selama menjabat Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo banyak menghukum polisi nakal dan bandel.

Menurut Farhat tindakan Ferdy Sambo membunuh Brigadir terkait urusan asmara. Farhat menduga Brigadir memiliki hubungan spesial dengan Putri Candrawathi, istri Sambo.

"Ini Jenderal loh, tukang becak saja, istrinya diganggu ngamuk, apalagi Jenderal," kata Farhat.

Baca juga: Bharada E Kini Lebih Religius, Berharap Bisa Bertemu Orang Tua yang saat ini Pindah ke Tempat Aman

Maka dari itu, menurut Farhat tindakan Sambo membunuh Brigadir J adalah hal yang normal.

Farhat mencontohkan bila di Islam, seseorang yang berselingkuh atau berzina memang harus mendapat hukuman.

"Ini bukan menyangkut masyarakat, karena normal dalam islam itu kalau orang berzina itu dibunuh, cuma hukum positif kita itu tidak membuat untuk dibunuh, jadi menurut saya ini bukan pembunuhan berencana," ungkap Farhat.

"Menurut saya ini bukan pembunuhan berencana, tapi perencanaan perselingkuhan yang gagal sehingga menyebabkan kematian pada penyelingkuh tersebut," katanya.

Terkait Bharada E yang menjadi justice collaborator kata Farhat sangat tidak pantas.

Baca juga: Komnas HAM Curigai Putri Candrawathi dan Kuat Maruf Sebagai Orang Ketiga yang Ikut Tembak Brigadir J

"Sebab ini kasus pembunuhan, tidak perlu ada justice collaborator. Kalau kasus korupsi bolehlah," kata Farhat.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved