Ini Makna Sejarah Mangkuk Ayam Jago Google Doodle, Jadi Ciri Khas Google di Bulan Kedua September

Google doodle untuk memulai minggu kedua bulan September adalah gambar mangkuk ayam jago. Google menyatakan di situs resmi mereka, gambar ini sengaja

Penulis: Achmad Fadian | Editor: M Arif Hidayat
TribunBengkulu.com
Pasti anda bertanya kenapa di awal pencarian Google anda mangkuk ayam jago ? Ini penjelasannya untuk anda dan sejarah singkatnya, simak di artikel ini. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Google doodle untuk memulai minggu kedua bulan September adalah gambar mangkuk ayam jago. Google menyatakan di situs resmi mereka, gambar ini sengaja digunakan untuk merayakan Lampang Chicken Bowl yang ikonik, dengan ayam ekor hitam dan bunga peony dan daun pisang.

Dengan mendaftarkannya, hukum perdagangan internasional mengakui kualitas dan reputasi mangkuk ayam jago yang dibuat di daerah tersebut.

Sehingga Google menjadikan mangkuk ayam jago, sebagai ciri khas Google di Bulan kedua Bulan September 2022 ini, lantas, apa sih sejarah mangkuk ayam jago ini ? Ini penjelasannya untuk anda.

Sejarah Mangkuk Ayam Jago

Mangkok ayam jago dulunya didatangkan ke Thailand, dari China. Dalam versi aslinya, ayam jantan adalah simbol kerja keras. Sementara itu, daun pisang dan bunga peony merah adalah simbol keberuntungan.

Konon di Malaysia, mangkok ayam jago ini berasal dari Provinsi Guangdong, China Selatan. Desainnya sendiri sudah ada sejak lebih dari seratus tahun yang lalu.

Orang-orang yang membuatnya adalah pengrajin di Hakka ,dan melukisnya dengan tangan. Tidak seperti yang diproduksi secara massal, mangkuk ayam jantan asli sedikit berbeda dalam ukuran dan pola desain.

Dikutip dari Google, pada tahun 1957 para pedagang di kawasan Lampang banyak membuka pabrik mangkok ayam. Daerah tersebut memiliki banyak mineral lempung yang lebih cocok untuk pembuatan keramik.

Ketika masyarakat Lampang mulai memproduksinya secara massal, produk mangkuk ayam jago ini, menjadi salah satu produk terlaris di daerah tersebut. Hal ini berdampak positif pada stabilitas keuangan dan kebebasan bagi penduduk setempat.

Meskipun Lampang terus memproduksi mangkuk ayam jago hingga saat ini, hanya beberapa pabrik yang mampu mendesainnya sesuai dengan gaya dan bahan tradisional. Oleh karena itu, mangkuk asli yang dilukis dengan tangan adalah koleksi langka.

Mengapa Menggunakan Gambar Mangkuk Ayam Jago?

Seperti yang dijelaskan dalam CultureGuru, dalam bahasa Hokkien, kata ayam memiliki pengucapan yang sama dengan kata rumah atau keluarga. Banyak orang percaya, dengan makan di mangkuk ayam jago, keluarga mereka bisa sejahtera.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, ayam jago adalah simbol kerja keras. Selain itu, hewan ini juga dianggap sebagai simbol semangat juang dan keluarga sejahtera.

Ayam jantan digunakan, bukan ayam betina, karena budaya patriarki di Cina pada saat itu. Laki-laki lebih diutamakan daripada perempuan, bahkan anak laki-laki yang dilahirkan juga dianggap sebagai berkah yang besar.

Oleh karena itu, orang Hakka biasa memberikan semangkuk ayam jantan kepada putra mereka. Kemudian, nama putranya diukir di mangkuk sebagai tanda bahwa yang bersangkutan akan terus dikenang oleh leluhur sampai pemilik mangkuk meninggal.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved