Korupsi RDTR Bengkulu Tengah, Mantan Sekda Nilai Dakwaan Janggal dan Eksepsi, Jaksa: Hak Terdakwa

Dua terdakwa dalam kasus korupsi RDTR Bengkulu Tengah Edy Hermansyah dan Dodi Ramadhan mengajukan eksepsi di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Kasi Pidsus Kejari Bengkulu Tengah, Bobby Muhammad Ali Akbar. Dua terdakwa dalam kasus korupsi RDTR Bengkulu Tengah Edy Hermansyah dan Dodi Ramadhan mengajukan eksepsi di Pengadilan Negeri Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dua terdakwa dalam kasus korupsi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bengkulu Tengah (Benteng) tahun 2013, Edy Hermansyah dan Dodi Ramadhan mengajukan eksepsi di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu.

Terdakwa kasus korupsi RDTR Bengkulu Tengah Edy Hermansyah merupakan mantan sekda dan merupakan Kepala Bappeda Bengkulu Tengah saat kegiatan ini berlangsung. Sementara, Dodi Ramadhan merupakan Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Atas pengajuan eksepsi para terdakwa Korupsi RDTR Bengkulu Tengah ini, Kasi Pidsus Kejari Bengkulu Tengah, Bobby Muhammad Ali Akbar mengatakan eksepsi adalah hak dari masing-masing terdakwa atas dakwaan yang dibacakan JPU.

"Dan mereka diberi waktu sampai Kamis, 15 September 2022 nanti untuk menyusun eksepsinya," kata Bobby kepada TribunBengkulu.com, Senin (12/9/2022).

JPU Kejari Bengkulu Tengah sendiri menegaskan mereka tetap pada dakwaan, yakni Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, jo ayat 55.

"Karena eksepsi ini dari segi formil saja. Untuk segi materil, bisa dibuktikan di persidangan," ujar dia.

Untuk kerugian negara dalam kasus ini, para terdakwa telah menitipkanya ke JPU. Jumlahnya sama dengan perhitungan BPKP, yakni Rp 272 juta.

Bobby mengatakan dalam kasus korupsi, jaksa lebih berfokus ke pengembalian kerugian negara. "Dan para terdakwa sudah menitipkan sebesar Rp 272 juta itu, sebagai uang pengganti," kata dia.

Dalam persidangan perdana hari ini, ketua majelis hakim di PN Bengkulu, Jon Sarman Saragih menanyakan ke penasehat hukum, apakah ada keberatan. Penasehat hukum kemudian menyatakan akan mengajukan eksepsi.

Halaman
12
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved