Driver Ojol di Bengkulu Masih Merana, Kenaikan Tarif Hanya Rp 800 Setelah Harga BBM Naik

Driver ojol  di Bengkulu masih kebingungan dalam beroperasi. Modal yang harus mereka keluarkan lebih besar dibanding sebelum kenaikan harga BBM.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Sejumlah driver ojek online (Ojol) di Bengkulu yang sedang menunggu orderan, Selasa (13/9/2022). Mereka mengeluhkan kenaikan tarif dasar ojol saat ini. 

 Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Driver Ojek Online (Ojol) di Bengkulu masih kebingungan dalam beroperasi. Modal yang harus mereka keluarkan lebih besar dibanding sebelum kenaikan harga BBM.

Ketua Yang Penting Solid (YPS) Bengkulu (komunitas driver ojol di Bengkulu, red), Andi mengatakan hal ini diakibatkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, yang ditetapkan oleh pemerintah pada 3 September 2022 lalu.

Meskipun sejak 10 September 2022, ada kebijaksanaan kenaikan tarif dasar ojol, namun jumlahnya masih sangat minim.

"Kenaikan tarif dasar itu hanya Rp 800, dari sebelumnya itu Rp 6.200 kini jadi Rp 7000 untuk jarak terdekat," kata Driver Ojol Andi kepada TribunBengkulu.com, Selasa (13/9/2022). 

Dengan kenaikan tarif yang tidak sampai Rp 1000 itu, pihaknya berharap agar ada kenaikan tarif kembali.

Lantaran jika mempertimbangkan modal yang dikeluarkan tiap hari masih dirasa minim untuk penghasilannya sehari hari. 

"Kita berharap tarif nanti bisa Rp 9000- Rp 10 ribu. Ya kita juga tidak ingin memberatkan konsumen. Yang penting masih sesuai," beber Andi. 

Apalagi hingga detik ini, lanjut Andi, dari sisi perusahaan juga masih memiliki memberlakukan kebijakan lama. Untuk, pemotongan tiap orderan yang diterima dari pada driver. 

"Untuk bike (penumpang, red) dan ekoress (barang, red) masih 20 persen setorannya. Itu anjuran pemerintah kan 15 persen," jelas Andi. 

Diakuinya, meskipun modal yang dikeluarkan lebih besar. Namun hal ini, kurang diimbangi dari orderan yang ia dapat. Pasalnya, untuk konsumen juga masih minim. 

"Penghasilan ini ya tidak hanya pengganti bensin, namun juga untuk biaya perawatan motor. Juga untuk kebutuhan dapur sehari hari," ungkap Andi. 

Untuk itu, ia berharap agar pemerintah baik daerah maupun pusat dapat memperhatikan nasib para driver ojek ini. Apalagi, saat ini harga BBM subsidi jenis pertalite per liter mencapai Rp 10 ribu. 

"Yang biasanya Rp 20 ribu kita full, kita jadi Rp 30 ribu full bensinnya," ujar Andi. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Ribuan Mahasiswa Bengkulu Demo Tolak Kenaikan BBM di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu

Baca juga: Harga Sawit di Bengkulu Selatan Tertinggi Rp 1.680, Pupuk Mahal Petani Pilih Gunakan Pupuk Organik

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved