Efek Harga TBS Sawit Tak Kunjung Naik, Masyarakat Bengkulu Selatan Berlomba Usulkan Replanting Sawit

Pemkab Bengkulu Selatan kembali membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin melakukan replanting sawit.

Ho Media Center Bengkulu Selatan
Replanting sawit di BengkulU Selatan. Excavator saat sedang bekerja melakukan peremajaan lahan sawit di Kecamatan Pino Raya. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Pemkab Bengkulu Selatan kembali membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin melakukan peremajaan lahan perkebunan sawit atau replanting sawit.

Masyarakat pun berlomba agar dapat masuk sebagai penerima program replanting sawit di Bengkulu Selatan saat ini karena harga TBS sawit yang tak kunjung membaik.

Ada 1.500 hektare kuota yang akan dilakukan replanting sawit oleh Pemkab Bengkulu Selatan di tahun 2022 yang diperkirakan akan terpenuhi di tengah harga TBS sawit yang anjlok.

Beberapa kali dilaksanakan program replanting sawit di Bengkulu Selatan sebelumnya tidak pernah terpenuhi karena harga TBS sawit yang tinggi.

Namun, tidak semua warga Bengkulu Selatan bisa mengikuti program ini meskipun kuotanya cukup banyak karena terkendala wilayah.

"Dari 11 kecamatan hanya 5 kecamatan yang dapat mengikuti replanting atau peremajaan perkebunan kelapa sawit. Padahal, kouta tersebut kita terima selalu banyak," kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Bengkulu Selatan Sukirman kepada TribunBengkulu.com, Selasa (13/9/2022).

Tercatat dari kuota sebanyak 1.500 hektare baru 500 hektare perkebunan kelapa sawit yang mendaftar.

Usulan replanting sawit berasal dari 5 kecamatan yang diperbolehkan atau yang telah memasukan berkas ialah Pino Raya, Pino, Bunga mas, Manna dan Kedurang Ilir.

Sedangkan, 6 kecamatan yang dilarang sesuai dengan Peraturan Daerah RT/RW. Meliputi seperti Kecamatan Pasar Manna, Kota Manna karena merupakan area padat pemukiman warga.

Kemudian, Kecamatan Kedurang, Air Nipis dan Ulu Manna merupakan area sumber-sumber air.

Kecamatan Seginim merupakan area pertanian bidang persawahan dan perikanan.

Dengan adanya hambatan tersebut, mereka pun sudah mengusulkan untuk dilakukan revisi perda agar seluruh masyrakat bisa menikmati replanting.

"Sekarang sudah kita usulkan, diharapkan nanti perda tersebut dapat dibuat sebaik mungkin agar bisa bermanfaat dengan baik," ujar Sukirman.

Program replanting ini masih dalam tahapan verifikasi berkas dan peninjauan lokasi yang diusulkan. Tetapi ditargetkan program ini segera terlaksana di awal tahun 2023.

Baca juga: Demo Tolak Harga BBM Naik di Bengkulu, Massa Mahasiswa Aksi Teatrikal Bakar Nisan DPR

Baca juga: Harga BBM Naik dan Cuaca Buruk, Nelayan di Bengkulu Selatan Merugi dan Berhenti Melaut

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved