Sidang Kasus OTT Bupati Muba

Harta Kekayaan Kombes Anton Setiawan Hanya Segini? Dituduh Terima 'Upeti' 500 Juta/Bulan

KBP Dalizon berdalih uang itu dibaginya pada Kombes Anton sebesar Rp 4,7 miliar, dan beberapa bagian lagi rekan-rekannya.

Editor: Hendrik Budiman
TribunBengkulu.com
Mantan Kapolres di OKU Sumatera Selatan bernama AKBP Dalizon bernyanyi di persidangan kasus OTT mantan Bupati Muba. ama Kombes Anton Setiawan disebutkan oleh mantan bawahannya AKBP Dalizon paling tidak menerima ''Upeti'' darinya sebesar Rp 300 juta sampai 500 juta sebulan. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Nama Kombes Anton Setiawan disebutkan oleh mantan bawahannya AKBP Dalizon paling tidak menerima ''Upeti'' darinya sebesar Rp 300 juta sampai 500 juta sebulan.

Upeti ini diungkap AKBP Dalizon dalam persidangan kasus korupsi PUPR Kabupaten Muba di Pengadilan Tipikor Palembang 7 Septmber 2022 lalu. Sejak saat itu nama AKBP Dalizon dan Kombes Anton jadi perbincangan.

AKBP Dalizon sebelum menjabat sebagai Kapolres OKU Timur adalah bawahan Kombes Anton Setiawan yang saat itu menjabat sebagai Dirkrimsus Polda Sumsel. Dalizon didakwa menerima suap Rp 10 miliar.

Namun AKBP Dalizon berdalih uang itu dibaginya pada Kombes Anton sebesar Rp 4,7 miliar, dan beberapa bagian lagi rekan-rekannya. AKBP Dalizon lalu mengaku menyetor tiap bulan.

"Dua bulan pertama saya wajib setor Rp.300 juta ke Pak Dir. Bulan-bulan setelahnya, saya setor Rp 500 juta sampai jadi Kapolres. Itu jatuh temponya setiap tanggal 5," ujar AKBP Dalizon di persidangan, Rabu (7/9/2022).

Hakim lantas bertanya dari mana uang dengan nominal besar tersebut berasal.

Baca juga: Kombes Pol Anton Setiawan Disebut Atasan AKBP Dalizon yang Diduga Terima Suap Rp 4,7 Miliar

"Saya lupa yang mulya (uangnya dari mana). Tapi yang jelas ada juga dari hasil pendampingan. Bayarnya juga sering macet, buktinya itu dapat WA (ditagih)," jelasnya.

Tribun lalu menelusuri harta kekayaan dari Kombes Pol Anton Setiawan. Pejabat negara tentu melaporkan harta kekayaannya.

Kombes Anton Setiawan tercatat terakhir kali melaporkan harta kekayaan sebagai pejabat negara pada 31 Desember 2019 dengan unit Kerja di Kepolisian Daerah Lampung.

Sebelumnya di tahun 2019 juga pada tanggal 10 Agustus 2019 dia juga melaporkan harta kekayaannya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved