Bentrok Demo Mahasiswa Bengkulu

3 Mahasiswa Diamankan saat Demo Kenaikan BBM di Bengkulu yang Berakhir Bentrok,Ini Identitasnya

Sebelumnya pihak kepolisian mengamankan 15 orang massa aksi termasuk anak STM, namun 12 orang lainnya sudah dilepas.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Massa aksi saat bertemu Gubernur dan perwakilan anggota DPRD saat Demo tolak kenaikan BBM di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (13/9/2022). Tiga mahasiswa yang merupakan peserta aksi demonstrasi yang tergabung dalam Aliansi BEM Nusantara dan Cipayung se-Provinsi Bengkulu diamankan pihak kepolisian, Selasa (13/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Tiga mahasiswa yang merupakan peserta aksi demonstrasi yang tergabung dalam Aliansi BEM Nusantara dan Cipayung se-Provinsi Bengkulu diamankan pihak kepolisian, Selasa (13/9/2022).

Diketahui ketiga mahasiswa yang diamankan tersebut yakni Reza Ardiansyah dan Alfindo mahasiswa dari Universitas Dehasen serta Aprin mahasiswa dari UINFas Bengkulu.

Ketiganya langsung dibawa oleh pihak kepolisian ke Mapolres Bengkulu.

Sebelumnya pihak kepolisian mengamankan 15 orang massa aksi termasuk anak STM, namun 12 orang lainnya sudah dilepas karena tidak terbukti melakukan tindakan melawan hukum.

Diguyur Hujan, Massa Aksi Bubarkan Diri

Usai mengalami bentrok dengan aparat kepolisian, massa aksi sempat bertahan di area sekitar Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, namun massa aksi membubarkan diri setelah hujan turun sekira pukul 17.30 WIB.

Massa aksi yang terpisah menjadi dua kelompok itu pun sempat mengalami bentrokan yang cukup panjang dengan pihak kepolisian.

Lemparan batu pun menghujani pihak kepolisian yang menahan agar para massa aksi demonstrasi tidak masuk ke Gedung DPRD Provinsi Bengkulu.

Usai mengalami bentrok dengan aparat kepolisian, massa aksi demo di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu pada Selasa (13/9/2022) membubarkan diri setelah hujan turun sekira pukul 17.30 WIB.
Usai mengalami bentrok dengan aparat kepolisian, massa aksi demo di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu pada Selasa (13/9/2022) membubarkan diri setelah hujan turun sekira pukul 17.30 WIB. (Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com)

Pihak kepolisian pun membalas dengan empat mobil water canon dan menembakkan gas air mata ke arah massa aksi.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved