4 Tahun Kasus Penipuan Mantan Kadis PU Seluma, Penasehat Hukum Korban: Kami Ingin Kepastian Hukum

Mantan Kepala Dinas (Kadis) PU Seluma, HE kini sudah 4 tahun berstatus tersangka dan wajib lapor dalam kasus penipuan dan penggelapan.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Ho/TribunBengkulu.com
Ilham Patahillah. Penasehat hukum Ismail Hakim, korban kasus penipuan mantan Kadis PU Seluma menginginkan kejelasan terkait kasus ini. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Mantan Kepala Dinas (Kadis) PU Seluma, HE kini sudah 4 tahun berstatus tersangka dan wajib lapor dalam kasus penipuan dan penggelapan.

Penasehat hukum korban kasus penipuan mantan Kadis PU Seluma, Ilham Patahillah menegaskan pihaknya tetap menginginkan kejelasan terkait kasus ini.

Penasehat hukum sendiri sudah menyampaikan surat ke Kejaksaan Agung dan juga ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu untuk mempertanyakan kelanjutan kasus penipuan yang menyeret mantan Kadis PU Seluma dari pihak kejaksaan.

"Kita tentu berharap klien kami segera mendapatkan keadilan, kepastian hukum, dan kasus ini segera dinyatakan lengkap (P21) dan disidangkan agar semuanya terang benderang," kata Ilham kepada TribunBengkulu.com, Rabu (14/9/2022).

Ilham juga mengatakan pihaknya meyakini sudah ada cukup bukti dalam kasus ini untuk dilanjutkan ke persidangan.

Apalagi, pihak kepolisian juga telah menetapkan HE sebagai tersangka, dan 1 orang tersangka lainnya menjadi buronan dan masuk DPO.

"Artinya sudah cukup bukti permulaan. Klien kami berharap pihak terkait bekerja secara profesional dan dapat memberi keadilan yang berkepastian hukum," ujar Ilham.

Kasus HE sendiri bermula sejak tahun 2017 silam, ketika dilaporkan korban Ismail Hakim dengan dugaan penipuan dan penggelapan bisnis handphone. Korban dalam kasus ini merasa dirugikan sebesar Rp 1 miliar.

Lalu, pada tahun 2018, Polda Bengkulu menetapkan HE dan 1 lainnya, MA, sebagai tersangka. Namun, HE tak ditahan oleh penyidik.

Halaman
12
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved