Pemkot Bengkulu Dapat Alokasi Formasi PPPK 2022 1.654 Kuota, Anggaran yang Siap Rp 13,6 Miliar 

Pemkot Bengkulu mendapatkan alokasi formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2022 sebanyak 1.654 kuota.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Anggota Banggar DPRD Kota Bengkulu Ariyono Gumay mengungkapkan jika anggaran untuk alokasi formasi PPPK guru sudah siap Rp 13,6 miliar. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemkot Bengkulu mendapatkan alokasi formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2022 sebanyak 1.654 kuota.

Hal itu ikut direspon anggota DPRD Kota Bengkulu Ariyono Gumay. Anggota Banggar ini mengatakan jika sejak tahun 2021 ada Rp Rp 13,6 miliar untuk alokasi anggaran formasi PPPK Guru 2022 di Kota Bengkulu.

"Itu sudah dianggarkan pada 2020-2021 dari DAU yang totalnya Rp 13,6 miliar," ungkap Ariyono, Rabu (14/9/2022).

Ia menjelaskan untuk kuota PPPK sudah lama ditetapkan Kemenpan RB dan Kemendikbud. Kuota ini berdasarkan jumlah honorer dari pendidik yang ada di Dapodik.

Hanya saja di tahun 2020-2021 Pemkot Bengkulu tidak melaksanakan seleksi untuk PPPK.

"Dan itu yang kami sayangkan, kami dari dewan mendorong Pemkot Bengkulu untuk melaksanakan seleksi PPPK dari tahun lalu yang sudah disiapkan kuota untuk kuota guru sekitar 1200 sekian. Dan anggarannya sudah ada," kata Politisi PPP ini.

Ia menilai seharusnya di 2022 ini, Pemkot Bengkulu sudah bisa melaksanakan seleksi untuk pengangkatan PPPK. Sehingga nanti di 2023 seluruh honorer dan PTT dari pendidikan sudah diangkat sebagai tenaga PPPK.

"Tidak ada lagi guru yang sudah masuk di Dapodik yang tidak diangkat PPPK karena anggaran dan kuotanya sudah ada," ucapnya.

Sementara itu, untuk PTT administrasi diluar tenaga guru, lanjut Ariyono, saat ini masih dilakukan pendataan.

Kemudian, pendataan ini akan diverifikasi dan evaluasi, sehingga didapati berapa kebutuhan untuk dibuka seleksi PTT. Yang memungkinkan seluruh tenaga PTT pada saat ini untuk melaksanakan seleksi PPPK.

"Jadi diutamakan PTT yang aktif bekerja dan sudah masuk di database. Dengan perhitungan minuman 2021 bekerja minimum 1 tahun dan aktif bekerja di 2022. Di luar itu PTT belum bisa didata. Itu berdasarkan surat edaran Kemenpan RB dan BKPP Kota Bengkulu," ungkap Ariyono.

Untuk diketahui, tahun ini formasi PPPK di Pemkot Bengkulu ada 1.654 kuota. Dari kuota PPPK ini, terbagi dalam tiga formasi.

Terdiri dari formasi guru sebanyak 1102, tenaga kesehatan (nakes) sebanyak 344 dan damkar 208.

Untuk kuota PPPK guru, sudah disiapkan anggaran Rp 13,6 miliar dari Dana DAU. Dan sempat menjadi Silpa APBD 2021,yang keseluruhan Silpa mencapai Rp 60,4 miliar.
 

Baca juga: Aksi Kungfu Bestie Mahasiswi Bengkulu Jurus Kamehameha Keluar di Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Baca juga: Harga TBS Sawit di Provinsi Bengkulu Ditetapkan Naik Rp 205 Perkilo, Kini Rp 1.880 Perkilo

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved