Petani di Bengkulu Kesulitan Beli Solar, Selama Ini Beli Solar Eceran Untuk Operasikan Hand Traktor

Sejak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhitung 3 September 2022, petani di Bengkulu masih kesulitan beli solar subsidi.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Lahan sawah di Kota Bengkulu. Petani di Bengkulu masih kesulitan beli solar untuk memenuhi kebutuhan untuk pengoperasian hand traktor yang biasa mereka gunakan membajak sawah.  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sejak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhitung 3 September 2022 lalu, petani di Bengkulu masih kesulitan beli solar subsidi.

Kebutuhan solar oleh petani ini, adalah untuk pengoperasian hand traktor yang biasa mereka gunakan untuk membajak sawah.

Dikatakan Nasir, salah satu petani yang ada di Kota Bengkulu, yang menjadi keluhan mereka karena hand traktor tidak bisa untuk mengisi BBM solar di SPBU.

Sehingga kebutuhan solar untuk pengoperasian hand traktor selama ini harus didapatkan dengan cara membeli solar eceran.

Namun sayangnya saat ini petani cukup kesulitan untuk mendapatkan solar eceran ini, karena tidak banyak yang menjual eceran.

"Jadi hal ini membuat kami bekerja menjadi terhambat," ungkap Nasir.

Bukan hanya sebatas stoknya yang saat ini susah didapatkan, namun juga harga solar eceran menjadi sangat mahal.

Bahkan bila dibandingkan dengan harga solar eceran sebelum adanya kenaikan harga, sekarang harga solar eceran bahkan ada yang mencapai Rp 12.000 per liter.

"Saya beli dengan harga itu 10 hari lewat. Padahal sebelumnya harganya hanya Rp 7.500 per liter," kata Nasir.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved