Targetkan PAD Rp 158 miliar, Bapenda Kota Bengkulu Telusuri Potensi Pajak Air Tanah

Guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot Bengkulu terus mencari potensi baru untuk optimalisasi pendapatan.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Petugas pelayanan pajak di Bapenda Kota Bengkulu saat melayani wajib pajak. Pemkot Bengkulu tahun ini menargetkan PAD Rp 158 miliar. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot Bengkulu melalui Bapenda Kota Bengkulu terus mencari potensi baru untuk optimalisasi pendapatan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu, Drs. Eddyson menerangkan untuk optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) salah satunya potensi pajak dari air tanah.

Untuk itu, pihaknya tengah melakukan penelusuran akan potensi pajak untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini.

"Selain reklamasi, ada juga pajak air tanah yang kita kenakan pada pengguna air tanah, namun untuk bisnis. Termasuk kosan, cucian motor, hotel," ujar Eddyson.

Dari penelusuran Bapenda Kota Bengkulu sementara ini, ditemukan rata-rata para pemilik usaha yang menggunakan air tanah tidak mengetahui adanya pajak dari penggunaan air tanah tersebut.

Untuk itu, Bapenda Kota Bengkulu menggandeng berbagai pihak melakukan sosialisasi akan hal itu.

"Pada umumnya si pemilik itu nggak tahu, kalau penyedotan air tanah untuk bisnis itu ada pajaknya. Makanya kita mengajak kerjasama dengan pihak kepolisian," jelas Eddyson.

Dengan ini, nantinya Bapenda Kota Bengkulu, kepolisian akan mendatangi penyedia jasa besar.

Tidak hanya untuk penelusuran pajak air tanah, namun sosialisasi seperti ini, juga dilakukan untuk wajib pajak lainnya. Misalnya untuk pajak reklame mau PBB.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved