Tragedi Aborsi di Kepahiang

Tiga Terdakwa Kasus Aborsi di Kepahiang Dituntut Berbeda, Kuasa Hukum Terdakwa Siapkan Pembelaan

Sidang kasus aborsi di Kepahiang akan digelar Kamis (15/9/2022) dengan agenda pembacaan pleidoi atau nota pembelaan dari kuasa hukum terdakwa.

Panji/TribunBengkulu.com
Ketiga terdakwa dihadapkan di depan Majelis Hakim, Pengadilan Negeri Kepahiang saat sidang kasus aborsi di Kepahiang dengan agenda saksi ahli forensik, pada Selasa (9/8/2022). 

Terdakwa dalam kasus ini, yakni Annas Suwaryadi merupakan pacar korban, Roy Tri Daniel teman terdakwa Annas dan Dewi Noviana Sari oknum ASN RSUD yang memalsukan resep dokter, Dewi juga merupakan kenalan dari terdakwa Roy.

Ketiganya didakwa pasal Annas Suwaryadi, Roy Tri Daniel dan Dewi Noviana Sari didakwa Pasal 80 Ayat (3) Jo Pasal 76 C Jo Undang-undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Undang-undang No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang RI No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 56 Ayat (1) KUHP. 

Dan atau Pasal 194 Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 56 Ayat (1) KUHP, Serta Pasal 348 Ayat (2) KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 56 Ayat (1) KUHP. 

Sidang akan dilanjutkan pada Senin 15 Agustus 2022 nanti, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli dokter penyakit dalam, di Pengadilan Negeri Kepahiang.

Kronologi Kejadian 

Berawal saat sebelum bulan puasa korban diminta oleh tersangka Annas (27) untuk mengkonsumsi obat aborsi sebanyak 6 tablet, yang dibeli tersangka Annas dari Roy (27), dan Dewi (36). 

Korban menyepakati hal tersebut, lantaran korban mengetahui tersangka Annas memiliki istri dan 1 orang anak. 

Usai korban mengkonsumsi obat aborsi itu, korban mengalami muntah-muntah lalu dibawa ke RSUD Kepahiang untuk mendapatkan perawatan. 

Korban saat itu diduga mengalami overdosis akibat mengkonsumsi obat aborsi tersebut. Kandungan korban juga sudah 11 Minggu. 

Saat di rumah sakit, korban meninggal dunia dan akhirnya dibawa ke Rumah duka. Keluarga korban baru mengetahui korban meninggal dunia Pukul 23.00 WIB sedangkan korban dinyatakan meninggal dunia pukul 19.00 WIB. 

Dari situ keluarga curiga ada beberapa jam durasi waktu untuk mengantar korban ke rumah duka.

Maka, dari situ pihak keluarga curiga apa yang diperbuat oleh pihak tersangka kepada korban sebelum sampai ke rumah duka.

Saat melihat jenazah korban yang mencurigakan, pihak keluarga langsung mengantarkan jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. 

Di perjalanan pihak keluarga korban mendengarkan, keterangan dari supir ambulan, jika Annas akan membawa jenazah ke Provinsi Jambi, namun pihak keluarga tak memiliki keluarga di sana. 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved