Tingkatkan Capaian PAD, Pemda Kepahiang Lakukan Diseminasi Untuk Pelaku Usaha

Kegiatan desimilasi dilakukan di Aula Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Kepahiang, pada Rabu (14/9/2022).

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Wakil Bupati Kepahiang, Zurdi Nata saat memberikan materi kepada pelaku usaha yang diundang untuk membantu pemerintah dalam mengoptimalkan PAD, di Aula BKP Kabupaten Kepahiang, pada Rabu (14/9/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Pemerintah Kabupaten Kepahiang melakukan diseminasi untuk pelaku usaha guna meningkatkan capaian pendapatan asli daerah (PAD).

Kegiatan desimilasi dilakukan di Aula Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Kepahiang, pada Rabu (14/9/2022).

Hal ini dilakukan untuk menyadarkan pelaku usaha seperti SPBU, Petrashop dan pihak Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), agar mereka memperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima, dan akhirnya memanfaatkan informasi tersebut.

Baca juga: Pelabuhan Perikanan Nasional di Bengkulu Dibangun Tahun Depan, akan Dipusatkan di Kabupaten Seluma

"Kami lakukan ini guna mengoptimalkan penerima pajak daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kepahiang," ujar Wakil Bupati Kepahiang Zurdi Nata, Rabu (14/9/2022).

Lanjutnya, sesuai dengan regulasi yang ada dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Baca juga: Pemkot Bengkulu Dapat Alokasi Formasi PPPK 2022 1.654 Kuota, Anggaran yang Siap Rp 13,6 Miliar 

Undang-Undang itu diimplementasikan dalam Peraturan Daerah Provinsi Bengkulu Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Provinsi Bengkulu Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah.

"Turunannya dalam Peraturan Bupati Nomor 7 Tahun 2011 tengang pajak daerah. Diharapkan betul-betul pajak daerah ini optimal," tuturnya.

Ia juga menjelaskan, PAD ini juga di pantau oleh pihak KPK, BPK dan BPKP.

Baca juga: Harga TBS Sawit di Provinsi Bengkulu Ditetapkan Naik Rp 205 Perkilo, Kini Rp 1.880 Perkilo

Menurutnya, bukan hanya belanja daerah saja, namun pendapatan juga di pantau oleh mereka.

Di tahun 2022 secara umum dari pajak dan retribusi mencapai Rp 41 milyar. Pihaknya juga berharap ada kelompok-kelompok yang juga turut sadar membayar pajak.

"Seperti restauran atau tempat makan, hotel atau penginapan dan lampu jalan yang ada di Kabupaten Kepahiang, menjadi harapan pemerintah untuk dapat mengoptimalkan pembayaran pajak, apalagi restauran yang bayar pajakkan masyarakat," jelasnya.

Pihaknya berharap masyarakat juga ikut andil membayar pajak, untuk meningkatkan PAD Kabupaten Kepahiang.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved