Penimbun BBM Subsidi di Bengkulu Utara

Dua Penimbun BBM Subsidi di Bengkulu Utara Diringkus, 1.4 Ton Solar dan Pertalite Disita Polisi

Penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali terjadi di Provinsi Bengkulu.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Ho Polsek Putri Hijau
Pihak kepolisian Polsek Putri Hijau saat akan memindahkan barang bukti ke Mapolres Bengkulu Utara, Kamis (15/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali terjadi di Provinsi Bengkulu.

Kali ini, terjadi di sebuah warung mencurigakan di Desa Cipta Mulia Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara, Rabu (14/9/2022) malam.

Dalam kejadian tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Putri Hijau mengamankan dua pelaku yang berinisial BS (46) warga Desa Cipta Mulya Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara dan PA (51) Warga Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko.

Baca juga: Respon Pengacara Bripka Beni Oknum Polisi Aniaya ART di Bengkulu soal Dakwaan Jaksa

Penangkapan terhadap kedua pelaku berawal saat pihak kepolisian melakukan patroli di wilayah hukum Polsek Putri Hijau.

Ketika melintas di tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian mendapati aktivitas warga yang mencurigakan.

Kapolsek Putri Hijau, AKP Erwin Setiawan menjelaskan, saat pihak kepolisian mendatangi lokasi, kedua pelaku sedang melakukan pemindahan BBM solar subsidi dari satu jerigen ke jerigen lainnya.

"Saat kita lakukan pengecekan ternyata pelaku sedang menyalin minyak tersebut, dan saat ditanya perihal surat-surat perizinan pelaku tidak bisa menunjukkan sehingga kita amankan," ujar Erwin, Kamis (15/9/2022).

Baca juga: Harga Eceran Pertalite di Bengkulu Selatan Rp 17 Ribu per Liter, Bupati Minta SPBU Mini Diaktifkan

Pihak kepolisian mengamankan 46 jerigen berbagai ukuran dengan rincian 38 jerigen ukuran 35 liter berisi bio solar, 2 jeriken ukuran 35 liter berisi pertalite serta 6 jeriken ukuran 10 liter berisi bio solar.

"Modusnya, pelaku ini membeli minyak tersebut dari Kecamatan Silaut Provinsi Sumatera Barat, kemudian dibawa ke Bengkulu untuk dijual ke warung-warung pengecer BBM," kata Erwin.

Baca juga: Kuota BBM Pertalite dan Solar Subsidi Bengkulu Terancam Habis Sebelum Akhir Tahun Ini

Saat ini barang bukti berupa 1,4 ton BBM jenis solar dan pertalite beserta dua orang pelaku diserahkan ke Mapolres Bengkulu Utara guna kepentingan proses hukum lebih lanjut.

"Perbuatan pelaku mengarah kepada tindak penyalahgunaan BBM subsidi yang sudah diatur dalam UU Migas. Dan sudah kita limpahkan berkasnya ke Polres Bengkulu Utara," ungkap Erwin.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved