Harga Eceran Pertalite di Bengkulu Selatan Rp 17 Ribu per Liter, Bupati Minta SPBU Mini Diaktifkan

Harga  eceran pertalite di Bengkulu Selatan tembus Rp 17 ribu per liter.

Ahmad Sendy/TribunBengkulu.com
Antrean kendaraan di SPBU Bengkulu Selatan masih mengular. Imbasnya warga kesulitan untuk mendapatkan BBM di SPBU dan terpaksa membeli pertalite di eceran yang harganya tembus Rp 17.000 per liter. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Harga  eceran pertalite di Bengkulu Selatan tembus Rp 17 ribu per liter.

Tingginya harga eceran pertalite di Bengkulu selatan ini sudah berlangsung sejak kenaikan harga BBM diumumkan pemerintah pada 3 September 2022 dan diperparah dengan antrean panjang di sejumlah SPBU.

Merespon antrean yang mengular dan tingginya harga eceran pertalite di Bengkulu Selatan khususnya di kecamatan yang jauh dari SPBU, Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi berencana mengusulkan penambahan SPBU di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bengkulu Selatan.

"Pertama kami sudah menandatangani perizinan pendirian SPBU di Kecamatan Ulu Manna. Kemudian kami mendorong pengaktifan SPBU mini (pertashop, red)) di sejumlah kecamatan yang telah ada," kata Bupati Gusnan Mulyadi, kepada TribunBengkulu.com, Kamis (15/9/2022).

Bupati Gusnan Mulyadi pun meminta agar oknum penggunjal BBM subsidi tidak memanfaatkan situasi antrean panjang saat ini. Jika nantinya tertangkap akan ditindak tegas.

"Berhentilah memanfaatkan situasi saat ini. Saya minta kepala dinas perdagangan untuk mengecek atau mengontrol langsung bersama Aparat Penegak Hukum untuk pendistribusian BBM subsidi," ujar Gusnan.

Di sisi lain, untuk memastikan penjualan BBM subsidi jenis pertalite dan bio solar tepat sasaran, Pengelola SPBU di Bengkulu Selatan diminta membuat surat pernyataan oleh Polres Bengkulu Selatan.

Adapun isi surat pernyataan yang ditandatangani di atas meterai 10 ribu tersebut, yakni tidak melayani pembeli BBM yang menggunakan kendaraan tanki modifikasi.

Kemudian tidak melayani kendaraan yang antre berulang-ulang, tidak melayani pembeli yang membawa jeriken kecuali nelayan, serta akan melakukan pengisian kendaraan sesuai aturan.

Namun, hal tersebut tidak juga mengurangi antrean panjang di sejumlah SPBU di Bengkulu Selatan yang imbasnya masyarakat kesulitan untuk mendapatkan BBM subsidi di SPBU dan terpaksa membeli di eceran.

Baca juga: Kuota BBM Pertalite dan Solar Subsidi Bengkulu Terancam Habis Sebelum Akhir Tahun Ini

Baca juga: Harga Emas Antam dan UBS di Bengkulu Hari Ini Turun, Berikut Daftar Lengkapnya

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved