Inilah 25 Penyiksaan Bripka Beni Oknum Polisi Aniaya ART, Korban Dipukul Pakai Gagang Cangkul

Yesi Apriliya, korban penganiayaan oleh oknum polisi di Bengkulu, Bripka Beni Adiansyah, setidaknya mendapatkan 25 kali bentuk penyiksaan.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: M Arif Hidayat
Romi Juniandra/Tribunbengkulu.com
Sidang perdana Bripka Beni dan isterinya, oknum polisi aniaya ART di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Kamis (15/9/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Yesi Apriliya, korban penganiayaan oleh oknum polisi di Bengkulu, Bripka Beni Adiansyah, setidaknya mendapatkan 25 kali bentuk penyiksaan.


Hal itu terungkap dari dakwaan yang dibacakan oleh JPU dari Kejari Bengkulu di sidang perdana kasus ini di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Kamis (15/9/2022).


Akibat perbuatan Bripka Beni dan istrinya, dari hasil pemeriksaan dokter, korban mendapatkan luka terbuka di bagian kepala dan wajah. Kemudian, di tangan kanan, ada luka memar dan luka bakar. Di tangan kiri, juga ada luka bakar.


Di kaki kanan, ada luka bakar, luka lecet, dan juga luka memar. Luka bakar terbesar di bagian kaki berukuran panjang 10 cm dan lebar 1 cm.

Baca juga: Ferdy Sambo Menolak Dipecat, Permohonan Banding Diterima Kapolri, Sidang Digelar Pekan depan

Baca juga: Punya Anak Kecil, Penasehat Hukum Oknum Polisi Aniaya ART Ajukan Penangguhan Penahanan Istrinya

Baca juga: Modus Baru Pengedar Pil Samcodin Ilegal di Bengkulu Selatan, Polisi: Bungkus Diganti Plastik Bening


Berikut 25 bentuk penyiksaan tersebut yang dirangkum TribunBengkulu.com:


1. Bahwa pada tanggal lupa bulan Februari 2022 sekira pukul 11.00 WIB terdakwa memukul saksi korban di bagian tulang depan dengan menggunakan alat besi sebanyak 1 kali dengan alasan pekerjaan yang saksi korban kerjakan tidak selesai

 

2. Bahwa pada tanggal lupa bulan Febuari 2022 sekira pukud 11.00 WIB terdakwa memukul tangan kiri saksi korban dengan menggunakan besi sebanyak 1 (satu) kali dengan alasan saksi korban tidak mengerti omongan dan tidak mengikuti aturan di rumah terdakwa berupa bangun pukul 04.00 WIB namun hari itu saksi korban bangun terlambat yaitu sekira pukul 05.30 WIB.

 

Halaman
1234
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved