Kuota BBM Pertalite dan Solar Subsidi Bengkulu Terancam Habis Sebelum Akhir Tahun Ini

Kuota BBM jenis pertalite dan juga solara atau biosolar untuk Provinsi Bengkulu terancam tidak mencukupi sampai akhir Desember tahun ini.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Antrean kendaraan di salah satu SPBU yang ada di Provinsi Bengkulu. Kuota BBM jenis pertalite dan solar untuk Provinsi Bengkulu di tahun ini hampir habis. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite dan juga solara atau biosolar untuk Provinsi Bengkulu terancam tidak mencukupi sampai akhir Desember tahun ini.

Dikatakan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Mulyani bahwa dari data bulan Agustus lalu, kuota BBM jenis pertalite Bengkulu diperkirakan hanya akan bertahan sampai dengan akhir bulan September 2022 ini.

Apalagi seperti saat ini diketahui bahwa antrean pertalite baik untuk kendaraan roda 2 maupun roda 4 masih cukup panjang di beberapa SPBU.

"Kalau masyarakat sudah tahu informasi Pertalite akan habis di bulan September ini, bisa jadi antrean panjang ini, karena itu salah satu penyebabnya," ungkap Mulyani.

Bukan hanya stok kuota Pertalite yang saat ini menipis, hal yang sama ternyata juga terjadi pada Biosolar.

Stok dari solar atau biosolar untuk Provinsi Bengkulu saat ini diperkirakan hanya akan mencukupi kebutuhan masyarakat, sampai dengan minggu kedua bulan November 2022.

Terkait dengan akan habisnya stok kuota BBM jenis Pertalite dan Biosolar ini masyarakat diminta untuk tidak perlu panik.

Pasalnya pihak Pertamina pasti akan mengusulkan penambahan kembali ke BPH Migas untuk mencukupi kebutuhan  BBM di Provinsi Bengkulu.

"Kalau Pertalite nanti kawan-kawan Pertamina yang akan mengusulkan penambahan itu," ujar Mulyani.

Sedangkan untuk kuota Biosolar, sebelumnya Pemerintah Provinsi melalui Gubernur Bengkulu sudah bersurat kepada BPH Migas.

Pemerintah Provinsi Bengkulu mengajukan penambahan kuota Biosolar untuk tahun 2022 ini sebanyak 25.000 kiloliter.

Ia berharap pengajuan tersebut dapat dipenuhi oleh BPH Migas, agar kebutuhan Biosolar di Provinsi Bengkulu dapat tetap tercukupi hingga akhir tahun 2022.

Sementara itu terkait dengan kabar bahwa BPH Migas akan mengurangi jatah BBM untuk Sumatera dan Sulawesi, sampai dengan saat ini Pemerintah Provinsi masih belum mendapat informasi resmi terkait dengan hal tersebut.

"Sampai saat ini ESDM belum terima informasi adanya pengurangan jatah itu. Kita belum tau," kata Mulyani.

Baca juga: Sinopsis Preman Pensiun 6 Kamis 15 September 2022 Tidak Tayang di RCTI+, Ada Miss Indonesia 2022

Baca juga: Harga Emas Antam dan UBS di Bengkulu Hari Ini Turun, Berikut Daftar Lengkapnya

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved