Modus Baru Pengedar Pil Samcodin Ilegal di Bengkulu Selatan, Polisi: Bungkus Diganti Plastik Bening

Polres Bengkulu Selatan dan jajaran menemukan modus baru penjualan pil Samcodin ilegal dengan mengganti bungkus pil samcodin dengan plastik biasa.

Ho Polsek Seginim
Kapolsek bersama anggota dan masyarakat saat mengecek temuan ribuan obat-obatan di areal perkebunan kelapa sawit di Desa Tanjung Beringin Kecamatan Seginim Kabupaten bengkulu Selatan, Jumat (28/6/2022) lalu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Modus baru peredaran obat batuk pil Samcodin tanpa izin yang disalahgunakan di Bengkulu Selatan terendus pihak kepolisian.

Polres Bengkulu Selatan dan jajaran menemukan modus baru penjualan pil Samcodin ilegal dengan mengganti bungkus pil samcodin dengan plastik biasa.

Baca juga: Nekat Curi Handphone di Kosan Milik Polisi, Pemuda di Bengkulu Selatan Diringkus

Para pengedar melakukan hal itu guna mengelabuhi petugas kepolisian terhadap penjualan pil samcodin yang disalah gunakan peruntukannya itu.

"Ada modus baru peredaran pil samcodin dengan mengupas bungkus yang asli diganti dengan plastik biasa. Agar merk tidak terlibat dari luar karena bungkus aslinya sudah dibuang," kata Kapolsek Seginim, Polres Bengkulu Selatan, Iptu Kusyadi, kepada tribunbengkulu.com, Kamis (15/9/2022).

Baca juga: Dua Penimbun BBM Subsidi di Bengkulu Utara Diringkus, 1.4 Ton Solar dan Pertalite Disita Polisi

Meski begitu, kata Iptu Kusyadi, saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan untuk mencari penjual pil samcodin dengan modus tersebut.

"Kami terus melakukan pemantuan dilapangan. Meski penjual pil samcodin ini semakin lincah, kami tetap akan mengawasi dan melakukan tindakan tegas kepada pelakunya,” tegas Kapolsek.

Baca juga: Harga Eceran Pertalite di Bengkulu Selatan Rp 17 Ribu per Liter, Bupati Minta SPBU Mini Diaktifkan

Menurutnya, tingginya penjualan pil samcodin di Bengkulu Selatan tidak lepas dengan maraknya prilaku negatif anak-anak muda.

Kalangan anak muda dan remaja membeli pil obat batuk tersebut untuk disalahgunakan demi untuk mabuk-mabukan.

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved