Pelajar Disabilitas di Kota Bengkulu Korban Rudapaksa oleh 10 Orang, Mengalami Trauma Berat

Seorang pelajar disabilitas yang baru berumur 17 tahun di Kota Bengkulu korban rudapaksa oleh 10 orang saat ini masih mengalami trauma yang mendalam.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Keempat tersangka pencabulan dan rudapaksa terhadap pelajar disabilitas di Kota Bengkulu saat berada di Mapolres Bengkulu, Jumat (9/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Seorang pelajar disabilitas yang baru berumur 17 tahun di Kota Bengkulu korban rudapaksa oleh 10 orang saat ini masih mengalami trauma yang mendalam.

Hal tersebut disampaikan Kasatreskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau sat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/9/2022).

"Saat ini, korban masih belum masuk sekolah lagi karena masih mengalami trauma, dan korban akan segera mendapatkan pendampingan dari psikolog untuk mengurangi trauma yang dialami korban," ujar Malau.

Pasca kasus ini berhasil diungkap oleh pihak kepolisian, korban sempat mendapatkan pendampingan dari satgas perlindungan perempuan dan anak (PPA) Kota Bengkulu.

Baca juga: Modus Baru Pengedar Pil Samcodin Ilegal di Bengkulu Selatan, Polisi: Bungkus Diganti Plastik Bening

Baca juga: Diminta Presiden Jokowi Gunakan Mobil Listrik, Begini Respon Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah

Baca juga: Preman Pensiun 6 Hari Ini Kamis 15 September 2022 Tidak Tayang di RCTI+, Ada Miss Indonesia 2022

"Kemarin juga pak wawali datang menjenguk korban, dan memberikan bantuan kepada korban dan keluarga," kata Malau.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan gelar perkara menentukan status keenam pelaku yang masih buron.

"Kita akan menentukan apakah keenamnya menjadi tersangka atau tidak, namun untuk identitas dan peran setiap pelaku sudah kita ketahui," ungkap Malau.

Sebelumnya, seorang pelajar disabilitas tuna rungu di Kota Bengkulu yang baru berumur 17 tahun dirudapaksa oleh 10 pria dewasa dan dilakukan secara bergantian sejak Januari 2022 lalu hingga puluhan kali.

Dari 10 pelaku yang melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap korban, pihak kepolisian berhasil mengamankan empat pelaku pada Jumat (9/9/2022) dini hari, sedangkan enam pelaku lagi masih buron.

Halaman
12
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved