Punya Anak Kecil, Penasehat Hukum Oknum Polisi Aniaya ART Ajukan Penangguhan Penahanan Istrinya

Penasehat hukum Bripka Beni Adiansyah, Irvan Yudha Oktara mengatakan pihaknya mengajukan penangguhan penahanan terhadap istri Bripka Beni, Lediya Eka

Penulis: Romi Juniandra | Editor: M Arif Hidayat
Romi/TribunBengkulu.com
Penasehat hukum Bripka Beni, Irvan Yudha Oktara mengajukan penangguhan penahanan terhadap istri Bripka Beni, Lediya Eka Restu lantaran memiliki anak kecil 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Penasehat hukum Bripka Beni Adiansyah, Irvan Yudha Oktara mengatakan pihaknya mengajukan penangguhan penahanan terhadap istri Bripka Beni, Lediya Eka Restu yang juga terdakwa dalam kasus penganiayaan ART mereka, Yesi Apriliya.


Menurut Irvan, keduanya sama-sama menjadi terdakwa dalam kasus ini, dan harus menjalani masa tahanan. Bripka Beni ditahan di Lapas Malabero Bengkulu, sementara Lediya Eka Restu ditahan di Lapas Peremuan Bengkulu.


"Dan klien kami ini masih mengasuh 2 orang anak. Terutama yang paling kecil, masih balita umur 2 tahun," kata Irvan kepada TribunBengkulu.com, Kamis (15/9/2022).


Untuk anak dengan umur yang masih kecil tersebut, hilangnya orang tua tentu sangat berpengaruh. Mereka masih butuh asuhan langsung dari orang tua.


"Itu salah satu pertimbangan, mengapa kami ajukan penangguhan penahanan, ataupun pengalihan jenis tahanan," kata dia.


Pengajuan penahanan ini sendiri adalah hak dari terdakwa Bripka Beni dan istrinya, Lediya Eka Restu, dan diajukan ke majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu.


"Apakah dikabulkan atau tidak, itu kewenangan majelis hakim di pengadilan. Kita serahkan kepada majelis hakim," ungkap dia.


Bripka Beni dan istrinya didakwa JPU dengan pasal 43 ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 tentang KDRT, jo pasal 64 ayat 1 KUHP.


Bripka Beni dan istri menjadi terdakwa penganiayaan terhadap ART mereka, Yesi Apriliya. Akibat perbuatan para terdakwa tersebut, dari hasil pemeriksaan dokter, korban mendapatkan luka terbuka di bagian kepala dan wajah. Kemudian, di tangan kanan, ada luka memar dan luka bakar. Di tangan kiri, juga ada luka bakar.


Di kaki kanan, ada luka bakar, luka lecet, dan juga luka memar. Luka bakar terbesar di bagian kaki berukuran panjang 10 cm dan lebar 1 cm.


Agenda sidang selanjutnya adalah pada Rabu (21/9/2022) depan, dengan agenda pemeriksaan saksi JPU.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved