Sidang Oknum Polisi Aniaya ART

Respon Pengacara Bripka Beni Oknum Polisi Aniaya ART di Bengkulu soal Dakwaan Jaksa

Oknum polisi aniaya Asisten Rumah Tangga (ART) di Bengkulu bersama sang istri hari ini menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Bengkulu.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Irvan Yudha Oktara. Penasehat hukum Bripka Beni oknum polisi aniaya ART ini mengatakan mereka akan menyiapkan sejumlah saksi yang akan meringankan Bripka Beni. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Oknum polisi aniaya Asisten Rumah Tangga (ART) di Bengkulu bersama sang istri hari ini menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Bengkulu, Kamis (15/9/2022).

Dalam dakwaan JPU yang dibacakan hari ini di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, korban Yesi Aprilia menderita sejumlah luka pukul hingga luka bakar akibat perbuatan Bripka Beni Adiansyah, oknum polisi aniaya ART di Bengkulu.

Penasehat hukum Bripka Beni oknum polisi aniaya ART, Irvan Yudha Oktara saat ditemui usai sidang mengatakan pihaknya akan mengikuti alur pembuktian di persidangan-persidangan selanjutnya.

Benar atau tidaknya Bripka Beni dan istrinya, Lediya Eka Restu melakukan kekerasan sesuai surat dakwaan, nantikan akan dibuktikan diproses pembuktian.

"Apakah punya kesesuaian dengan alat bukti yang ada, baik itu saksi, visum, itu yang harus kita buktikan," kata Irvan kepada TribunBengkulu.com.

Luka-luka yang diderita oleh korban, apakah itu luka memar atau luka bakar, nantinya akan diuji apakah betul disebabkan oleh perbuatan Bripka Beni dan istrinya.

Irvan juga mengatakan pihaknya juga akan menyiapkan sejumlah saksi yang akan meringankan Bripka Beni.

"Untuk jumlah saksi meringankan yang akan kita hadirkan, kita belum tahu. Kita lihat saksi memberatkan yang dihadirkan JPU dulu," ungkap dia.

Dalam dakwaan yang disampaikan JPU dari Kejari Bengkulu, korban Yesi Aprilia mendapatkan beberapa kali tindakan kekerasan dari Bripka Beni dan istrinya saat menjadi Asisten Rumah Tangga (ART) bulan Januari hingga Juni 2022.

Seperti di bulan Mei 2022, korban ditampar di bagian pipi sebanyak 2 kali, dan kemudian menyuruh berdiri di luar rumah saat dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB, sambil sesekali menyiramkan air ke korban.

Kemudian, masih di bulan Mei 2022, korban disiram air panas ke bagian tangan kanan dan kiri, punggung, dan paha kanan serta paha kiri masing-masing 1 kali dengan alasan korban terlambat bangun.

Akibat perbuatan para terdakwa tersebut, dari hasil pemeriksaan dokter, korban mendapatkan luka terbuka di bagian kepala dan wajah. Kemudian, di tangan kanan, ada luka memar dan luka bakar. Di tangan kiri, juga ada luka bakar.

Di kaki kanan, ada luka bakar, luka lecet, dan juga luka memar. Luka bakar terbesar di bagian kaki berukuran panjang 10 cm dan lebar 1 cm.

Sidang oknum polisi aniaya ART di Bengkulu akan dilanjutkan pada Rabu (21/9/2022) depan, dengan agenda pemeriksaan saksi JPU.

Baca juga: Breaking News: Sidang Perdana Oknum Polisi Aniaya ART di Bengkulu, Korban Mendapatkan Banyak Luka

Baca juga: Kuota BBM Pertalite dan Solar Subsidi Bengkulu Terancam Habis Sebelum Akhir Tahun Ini

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved