2 Tahun Saluran Irigasi Rusak, Lahan Pertanian di Kepahiang Alami Kekeringan

Aliran irigasi yang mengairi persawahan di Kecamatan Ujan Mas dan Kecamatan Merigi sejak 2 tahun terakhir rusak.

HO TribunBengkulu.com
Kondisi lahan sawah yang kosong, akibat irigasi yang jebol membuat produktivitas lahan sawah menurun di Desa Pulogeto Baru, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang, pada Jumat (16/9/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Aliran irigasi yang mengairi persawahan di Kecamatan Ujan Mas dan Kecamatan Merigi sejak 2 tahun terakhir rusak.

Akibatnya, hampir 500 hektare sawah milik petani di 2 Kecamatan, tepatnya di Desa Bumisari, Desa Cugung Lalang, Desa Pulogeto Baru dan Desa Pulogeto Lama tersebut mengalami kekeringan.

Bahkan, lahan pertanian tersebut saat ini berahli menjadi perkebunan sayuran dan hasil panen dari sawah juga tak maksimal.

Baca juga: Harga TBS Sawit di Kabupaten Kaur Naik, Tertinggi di Pabrik Rp 1.730 per Kilogram

Petani dari Desa Pulogeto Baru, Irwan Heriyadi (47) mengatakan, kawasan persawahan tidak lagi berfungsi maksimal, karena kurangnya debit air, sejak irigasi induk rusak.

"Masih bisa nanam padi, namun bergantian dengan petani lain. Jadi dalam setahun kalau irigasi ini tidak rusak bisa 3 kali panen, namun karena rusak hanya 1 kali saja dalam setahun bisa bertanam," kata Irwan, Jumat (16/9/2022).

Untuk saat ini, para petani sawah lebih mengalihkan lahan menjadi petani sayur-sayuran, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Sidang Etik Bripka Beni Oknum Polisi Aniaya ART Tunggu Putusan Pengadilan

Hal senada diungkapkan Ridwan (55), ia berharap dari kerusakan irigasi induk itu, pemerintah dapat memperbaikinya.

Menurutnya, sektor persawahan di sini juga turut mendukung kebutuhan pangan daerah.

Namun dengan kondisi irigasi yang jebol menurunkan produktivitas pentani padi.

Baca juga: Pasokan Darah di Bengkulu Kurang, Polres Bengkulu Tengah Gelar Donor Darah

Terlebih petani terbatas, modal untuk mengalih fungsikan untuk budidaya sayuran, lahan dibiarkan begitu saja.

"Harapannya usulan perbaikan irigasi yang mengaliri ratusan lahan persawahan di desa pada dua kecamatan ini agar direspon pemerintah, sebab kami bergantung pada tanaman padi untuk kehidupan sehari-hari, karena irigasi rusa banyak lahan yang dibiarkan kosong," tuturnya.

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved