Jika Daftar Haji Sekarang, Warga Kota Bengkulu Bisa Berangkat 31 Tahun Kemudian

Warga Kota Bengkulu yang ingin berangkat ke tanah suci sepertinya harus banyak bersabar. Pasalnya, daftar tunggu haji saat ini terus memanjang. Jika d

Editor: M Arif Hidayat
Ratna Sari/Magang
Kepala Sub Koordinator Dokumen Haji, Allazi saat menjelaskan terkait daftar tunggu jemaah haji di Provinsi Bengkulu, Jumat (16/9/2022) 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Warga Kota Bengkulu yang ingin berangkat ke tanah suci sepertinya harus banyak bersabar. Pasalnya, daftar tunggu haji saat ini terus memanjang. Jika daftar haji sekarang, maka baru akan berangkat pada tahun 2053 mendatang.

Artinya, daftar tunggu keberangkatan haji mencapai 31 tahun lamanya. Daftar tunggu ini bahkan bisa bertambah, lantaran masyarakat Bengkulu yang ingin menunaikan rukun islam kelima kian banyak.

Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Dr. H. Intihan melalui Kepala Sub Koordinator Dokumen Haji, Allazi mengatakan, setiap hari warga yang mendaftarkan diri berangkat ibadah haji pasti ada.

Terhitung per Jumat, 16 September 2022 total warga yang terdaftar sebanyak 33.248 orang.

Dengan rincian Kota Bengkulu sebanyak 9.233 orang. Bengkulu Utara sebanyak 3.670 orang. Kemudian Bengkulu Selatan sebanyak 2.651 orang. Rejang Lebong sebanyak 4.670 orang.

Muko-Muko sebanyak 3.482 orang. Lalu di Seluma sebanyak 2.682 orang. Selanjutnya Kaur sebanyak 1.399 orang. Kepahiang sebanyak 2.240. Lebong sebanyak 1.512 orang, dan terakhir Bengkulu Tengah sebanyak 1.709 orang.

"Daftar tunggu berangkat haji sekarang sudah 31 tahun," ujar Allazi.

Dijelaskannya, memanjangnya daftar tunggu atau waiting list haji ini selain disebabkan meningkatnya minat warga untuk berangkat ke tanah suci juga adanya faktor pembatasan jumlah jemaah haji oleh pemerintah Arab Saudi akibat adanya pandemi Covid-19.

Sebelum pandemi total jemaah haji Provinsi Bengkulu yang berangkat sebanyak 1.636 orang. Setelah pandemi covid-19 hanya 747 orang yang berangkat.

"Kepastian kuota keberangkatan apakah kembali 100 persen atau seperti saat ini kita masih nunggu pemberitahuan dari Pemerintah Arab Saudi. Semoga saja kuota tidak lagi dibatasi termasuk pembatasan usia jemaah yang berangkat, karena banyak jemaah kita yang sudah usia lanjut," ujar Allazi saat diwawancara Tribunbengkulu.com, pada Jumat, (16/09/22). (MG/Ratna Sari)

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved