Nekat, Aksi Enam Pemuda Touring dari Jawa Timur hingga Aceh Pakai Vespa Ekstrim

Aksi nekat dilakukan oleh enam pemuda yang berasal dari Provinsi Jawa Timur yang melakukan touring menggunakan vespa ekstrim menuju Provinsi Aceh. 

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
Dicki dan teman-temannya saat memperbaiki vespa ekstrim yang mogok di Jalan Lintas Bengkulu - Kepahiang kilometer 17 Kabupaten Bengkulu Tengah, Jumat (16/9/2022).  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Aksi nekat dilakukan oleh enam pemuda yang berasal dari Provinsi Jawa Timur yang melakukan touring menggunakan vespa ekstrim menuju Provinsi Aceh. 

Dicki salah satu pemuda nekat itu mengatakan, dirinya bersama rekan-rekannya sudah mulai touring menggunakan vespa ekstrim dari Provinsi Jawa Timur sejak 9 bulan lalu. 

"Ya kita mau jalan-jalan saja, tujuan kita ke titik nol kilometer, di Provinsi Aceh," ujar Dicki kepada TribunBengkulu.com, saat ditemui di Jalan Lintas Bengkulu-Kepahiang Km 17 Bengkulu Tengah, Jumat (16/9/2022) siang. 

Namun, saat touring melintas di Provinsi Bengkulu, keenam pemuda itu salah mengambil jalan dan vespa ekstrim yang dikendarai pun mengalami mogok. 

"Rencananya kita mau lewat pesisir, terus lanjut ke Padang, tapi tadi salah ambil jalan malah ke arah pegunungan, pas mutar balik malah sambungan antar motor putus," kata Dicki. 

Dari pantauan TribunBengkulu.com, motor yang dikendarai Dicki dan rekannya ini menggunakan empat mesin vespa, dengan modifikasi pada bagian sasis dengan panjang 2,5 meter dan lebar 1,5 meter. 

Tentunya dengan ciri khas vespa ekstrim lainnya yakni menggunakan ban dalam jumlah yang sangat banyak pada bagian belakang. 

Saat melintas di jalan, vespa ekstrim sangat menarik perhatian warga dan pengguna jalan lainnya. Sebab selain bentuk yang tak biasa, suara dan asap pun sangat mengepul dari mesin yang kerap tak kuat melewati tanjakan. 

"Kalau malam harus menginap, kadang di motor kadang juga di emperan toko, kalau untuk makan alat masak kita lengkap," ujar Dicki di sela memperbaiki mesin vespanya yang mogok. 

Kini, keenam pemuda dengan penuh tato di badan itu pun melanjutkan perjalanannya menuju titik nol kilometer Indonesia yang berada di Provinsi Aceh. 

Baca juga: H-1 Festival Durian #1 di Bengkulu Tengah, 1.000 Durian Mulai Berdatangan ke Lokasi

Baca juga: Komitmen Prof. Dr. Husaini Lanjutkan Visi Misi Unived Bengkulu Menuju Kampus Entrepreneur 

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved