Harga TBS Sawit di Bengkulu Tengah Naik Rp 50, Tertinggi Rp 1.745 Perkilogram

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah mengalami peningkatan harga sebesar Rp 25 hingga Rp 50 tiap kilogramnya, sehin

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
Pasokan TBS sawit di PT Palma Mas Sejati terpantau masih rendah, Sabtu (17/9/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH -  Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah mengalami peningkatan harga sebesar Rp 25 hingga Rp 50 tiap kilogramnya, sehingga tertinggi yakni Rp 1.745 perkilogram, Sabtu (17/9/2022).

Harga tersebut masih berada jauh dari harga yang ditetapkan pemerintah Provinsi Bengkulu yakni sebesar Rp 1.880 perkilogram.

Diketahui, harga tersebut dibawah harga yang ditetapkan, namun jauh lebih baik dari harga beberapa waktu lalu yang hanya bertahan di harga Rp 1.400 perkilogram.

Denny, salah satu supplier TBS sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah menjelaskan, harga TBS sawit saat ini berkisar antara Rp 1.710 hingga Rp 1.745 perkilogram.

"Untuk di PT Palma Mas sejati, harga hari ini mengalami peningkatan harga sebesar Rp 25 dari harga Rp 1.720 menjadi Rp 1.745 perkilogram," ujar Denny kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (17/9/2022).

Sedangkan untuk di PT Bio Nusantara Teknologi juga mengalami peningkatan harga Rp 50 dari harga Rp 1.650 menjadi Rp 1.700 perkilogram.

"Kalau untuk di PT Citra Sawit Lestari hari ini juga naik Rp 50 dari harga Rp 1.670 menjadi Rp 1.720 perkilogram dan untuk di PT Agra Sawitindo juga naik Rp 50 dari harga Rp 1.690 menjadi Rp 1.740 perkilogram," kata Denny.

Meski harga TBS mengalami peningkatan, namun pasokan TBS sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah justru mengalami penurunan dalam satu bulan terakhir.

Hal tersebut disebabkan musim buah yang sedang mengalami sedikit berbuah karena kurangnya perawatan dan tidak adanya pemupukan dari para petani.

"Para petani ini belum bisa beli pupuk jika harga masih dibawah Rp 2000, karena harga pupuk sekarang masih sangat tinggi," kata Denny.

 

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved