Sopir Keluhkan Aplikasi MyPertamina, Tuding Sebabkan Antrean Panjang di SPBU Kelobak Kepahiang

Sejak harga bahan bakar minyak (BBM) naik pada 3 September 2022 lalu, antrean panjang di SPBU Kelobak Kabupaten Kepahiang, masih terjadi hingga, Sabtu

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Antrean panjang BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kelobak Kabupaten Kepahiang, kendaraan pribadi dan Dumptruk menunggu giliran untuk mengisi, pada Sabtu (17/9/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Sejak harga bahan bakar minyak (BBM) naik pada 3 September 2022 lalu, antrean panjang di SPBU Kelobak Kabupaten Kepahiang, masih terjadi hingga, Sabtu (17/9/2022) siang. 


Dari pantauan tribunbengkulu.com, antrean ini dipadati oleh dump truk atau kendaraan roda 6 serta kendaraan pribadi yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar.


Salah seorang supir dumpt truk, Ucup (60) warga Kabupaten Kepahiang, dirinya harus mengantre sejak pukul 05.00 WIB pagi tadi. 


"Kemarin sudah daftar di aplikasi tapi belum terverifikasi, masih nunggu 2 minggu lagi, sementara harus pake STNK dulu untuk mengisi solar," ujarnya saat diwawancarai oleh Tribunbengkulu.com, pada Sabtu (17/9/2022). 


Menurutnya, jika aplikasi My Pertamina mempermudah pihaknya mengisi bahan bakar, nyatanya para supir masih mengantre panjang. 


Meski harga bahan bakar minyak (BBM) naik juga, tak berdampak dengan ketersediaan BBM yang cukup. 


"Pusing sekarang omset juga turun, ditambah dengan harus membayar kredit dump truk sebulan 11 juta," tuturnya. 


Selain itu, Adi (40) seorang supir truk juga turut masuk dalam antrean panjang di SPBU Kelobak, ia tak bisa menggunakan aplikasi My Pertamina


"Handphone milik saya bukan handphone Android mas, jadi sementara pakai STNK ya makin ribet aja ngisi bahan bakar," ujarnya. 

Halaman
12
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved