Harga Jagung di Bengkulu

Harga Jagung Anjlok, Petani di Kaur Menjerit Lantaran Harga Jual Tak Sebanding

Berdasarkan informasi hari ini Minggu (18/9/2022) harga jagung hanya diangka Rp 3.800 perkilogram.

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/Tribunbengkulu.com
Tampak petani jagung di Kecamatan Muara Sahung sedang mengupas biji jagung, pada Minggu (18/9/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Petani di Kaur Provinsi Bengkulu mengeluhkan anjloknya harga komoditi jagung.

Berdasarkan informasi hari ini Minggu (18/9/2022) harga jagung hanya diangka Rp 3.800 perkilogram.

Seorang petani jagung di Kabupaten Kaur, Medi mengaku, hal tersebut dinilai tak sebanding dengan harga pengolahan sebelum hingga pasca panen.

Baca juga: Harga BBM Naik, Aliando Bengkulu: Bagi Taksi Online, Tarif Sekarang Tak Mencukupi

Padahal, katanya untuk bisa menjual jagung, petani harus mengeluarkan tiga kali biaya.

Seperti, mulai dari biaya angkut, biaya pemisahan jagung dengan bongkol serta biaya penjemuran sampai jagung kering.

Menurutnya, biaya yang akan dikeluarkan untuk pengolahan tersebut tidak kecil.

Seperti biaya upah angkut, dihitung Rp 15 per karung dari lokasi kerumah.

Baca juga: Siap-siap Mati Lampu 20-21 September 2022, Catat Jadwal Pemadaman Listrik Bergilir di Bengkulu

Sedangkan biaya, pemisahan bongkol dengan jagung itu diangka Rp 200 per kilogram.

Sedangkan biaya penjemuran perhari harus mengeluarkan kocek sevesar Rp 50.000 perhari.

Apalagi, saat ini mereka juga mengaku terdampak akibat kenaikan BBM oleh pemerintah sejak 3 September 2022 lalu.

"Sebelum naikan harga BBM, Pemerintah tolong kaji lebih matang lagi, saat ini kami petani sangat merasakan penurunan harga pada jagung ayam," kata Medi kepada TribunBengkulu.com, Minggu (18/9/2022).

Baca juga: Penggunjal Ditangkap, Antrean di SPBU Bengkulu Selatan Normal, Warga Tak Perlu Berjam-Jam Dapat BBM

Bahkan, sambungnya, biaya yang besar harus dikeluarkan saat akan membasmi hama serta pemberian pupuk.

Sementara, kini harga pupuk masih mencapai diangka Rp 900.000 per 50 kilogram atau per karung besar.

''Biasaya, kami dalam satu hektar bisa menghasilkan 2 ton, jika dihitung dengan pengeluaran dan hasil maka, berapa lagi pendapatan kami,'' pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved