Meski Harga Eceran Pertalite di Kota Bengkulu Rp 13 Ribu, Warga Pilih Beli Eceran Dibanding Pertamax

Antrean BBM subsidi di sejumlah SPBU Kota Bengkulu sejak harga BBM naik semakin mengular.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Salah satu pedagang BBM eceran di Kota Bengkulu. Dengan kenaikan harga BBM subsidi 3 September lalu, membuat harga eceran pertalite pun naik, saat ini berkisar Rp 12-13 ribu per liter. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Antrean BBM subsidi jenis pertalite di sejumlah SPBU Kota Bengkulu sejak harga BBM naik semakin mengular.

Warga pun ada yang lebih memilih membeli BBM pertalite secara eceran dibandingkan harus ikut antrean panjang di SPBU.

Raudilah, salah satu pedagang BBM eceran di Kota Bengkulu menceritakan jika sejak 3 September 2022 atau semenjak harga BBM naik, dia harus mengeluarkan modal lebih untuk berjualan BBM pertalite eceran ini.

Ia pun heran antrean di SPBU juga semakin panjang, sehingga ia harus lebih pagi untuk antre di SPBU.

"Dulu berani kita jual eceran Pertamax, tapi kini hanya pertalite saja. Itu aja antrean panjang, jadi lebih lama kita dapat pertalitenya," kata Raudilah, Minggu (18/9/2022).

Menurutnya, jika bulan sebelumnya untuk sekali stok bermodalkan sekitar Rp 400 ribu. Namun sekarang, ia harus merogoh kocek sekitar Rp 500 ribu.

Kendati demikian, ia masih bersyukur, dikarenakan jerih payahnya ini terbayar dengan konsumen BBM ecerannya bertambah.

"Alhamdulillah, kalau pembeli itu ada saja, malah bertambah. Kata mereka, lebih pilih BBM eceran ini. Kalau di pom antrean panjang, selisih harga juga nggak jauh," jelasnya.

Untuk diketahui, saat ini harga satu liter BBM eceran berkisar antara Rp 12 ribu sampai 13 ribu.

Halaman
12
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved