Ayah di Bengkulu Aniaya Anak Kandung

Ternyata Ini Penyebab Ayah Kandung di Bengkulu Aniaya Balita Perempuan Usia 2 Tahun

Kepada TribunBengkulu.com, kakak kandung DAR menjelaskan, saat kejadiang dirinya menduga DAR sedang dilanda kekalutan dan emosi yang tidak stabil.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
HO Polres Bengkulu
DAR (32) ayah kandung yang tega memukul anaknya sendiri saat diamankan pihak kepolisian, Minggu (18/9/2022). 

Sebab, keseharian tersangka berperilaku baik dan kerap terlihat pergi ke masjid. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Dianiaya Ayah Kandung, Balita Perempuan Usia 2 Tahun di Bengkulu Alami Trauma

"Kalau DAR (ayah korban) itu kalau dari pakaiannya rapi, sering juga ke masjid, tapi memang jarang bergaul dengan tetangga," ujarnya. 

Hampir setiap hari, rumah pelaku tersebut tertutup rapat dan hampir tak pernah berkomunikasi dengan para warga sekitar. 

"Dia (pelaku, red) ini baru pindah juga bulan Juni kemarin ditambah jarang keluar rumah, jadi kami hampir tidak terlalu kenal sama mereka," ungkapnya. 

Masih Alami Trauma

AN (2), balita perempuan di Bengkulu dianiaya ayah kandung sendiri yakni DAR (32) hingga kini masih mengalami trauma.

Bukan hanya meninggalkan trauma, luka fisik yang diperoleh dari penganiayaan sang ayah terhadap balita perempuan usia 2 tahun ini juga belum sembuh. Masih mengalami bengkak pada bagian sensitif korban.

Kasatreskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau menjelaskan, saat ini korban penganiayaan ayah kandung (balita perempuan) masih mengalami trauma dan demam.

"Kalau informasi dari nenek korban, kemaluan korban masih bengkak, korban juga sekarang masih trauma dan badannya panas tinggi," ujar Malau kepada TribunBengkulu.com, Senin (19/9/2022).

Baca juga: Balita Perempuan Usia 2 Tahun di Bengkulu yang Dianiaya Ayah Kandung Tinggal Bersama Ibu Tiri

Dari pengakuan DAR, dirinya tega memukul alat kelamin anak kandungnya sendiri tersebut lantaran kesal terhadap tingkah laku anaknya.

"Pengakuan tersangka, karena dirinya kesal dan memukul kelamin korban dengan menggunakan tangan," kata Malau.

Saat ini, DAR masih mendekam di Mapolres Bengkulu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kita kenakan tersangka pasal perlindungan anak UU nomor 17 tahun 2016," ungkap Malau.

Kronologi Penangkapan

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved